Page 138 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 28 OKTOBER 2019
P. 138
Title TARIK ULUR BESARAN UMP DKI: ANTARA SUARA PEKERJA DAN PENGUSAHA
Media Name tempo.co
Pub. Date 25 Oktober 2019
https://fokus.tempo.co/read/1264333/tarik-ulur-besaran-ump-dki-antara- suara-pekerja-
Page/URL
dan-pengusaha
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Dalam rapat Dewan Pengupahan DKI Jakarta yang digelar Rabu, 23 Oktober 2019,
pemerintah DKI Jakarta menerima masukan mengenai besaran upah minimum provinsi
atau UMP DKI. Ada perbedaan usulan terkait dengan UMP dari kalangan pengusaha dan
serikat pekerja.
Serikat pekerja mengajukan usulan kenaikan UMP DKI menjadi Rp 4,6 juta. Sementara
dari kalangan pengusaha menerima usulan Kementrian Tenaga Kerja sebesar Rp 4,27
juta. Adapun UMP DKI tahun ini mencapai Rp 3,9 juta.
"Kami akan sama-sama kaji kembali untuk ditetapkan tanggal 1 November untuk UMP
2020," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Andri Yansah di Balai Kota
DKI, Rabu, 23 Oktober 2019.
Pemerintah Pusat telah mengeluarkan Surat Edaran Kementerian Tenaga Kerja Nomor
308 Tahun 2019 yang memerintahkan upah minimum di ibu kota naik hingga 8,51
persen. Jika mengacu pada surat edaran Kemenaker tersebut, upah di DKI naik menjadi
Rp 4,27 juta. "Kami masih mengakomodir usulan-usulan dari pihak asosiasi atau
pengusaha," kata Andri Yansyah.
Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyatakan UMP DKI 2020 seharusnya
berada di atas Rp 4,31 juta. Sebab, saat ini masih ada kebutuhan buruh yang tak
terakomodir dengan usulan UMP pemerintah yang naik hanya 8,51 persen.
Ketua Departemen Komunikasi dan Media KSPI Kahar S. Cahyono mengatakan UMP
lebih dari Rp 4,31 juta itu mempertimbangkan penambahan kebutuhan hidup layak
(KHL) dari 60 menjadi 84 item. Item tambahan yang dimaksud, di antaranya untuk
membeli televisi dan parfum. "Penambahan penting antara lain item untuk pembelian
handphone, pulsa, televisi, parfum, dan sebagainya di mana item tersebut saat ini
menjadi kebutuhan yang tidak bisa terpisahkan dari pekerja," kata dia.
Menurut Kahar, buruh memerlukan televisi sebagai bahan pelengkap di rumah. Televisi
juga Kahar anggap untuk mengedukasi dan menghibur buruh.
Sementara parfum, dia mengatakan diperlukan khususnya bagi buruh yang bekerja di
kantor. "Soal parfum sebenarnya ini usulan lama agar buruh, terutama yang bekerja di
Page 137 of 146.

