Page 56 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 28 OKTOBER 2019
P. 56
Dengan pelatihan intensif, peserta pelatihan harus menguasai dasar-dasar
pengetahuan tentang kopi seperti sejarah, jenis kopi, dan peluang usahanya. Juga
dibekali teknik-teknik meracik dan menyeduh kopi mulai cupping, manual brew,
espresso based, cappuccino serta latte art.
"Tidak hanya belajar meracik dan menyajikan kopi, pelatihan ini juga mendapatkan
pendampingan dalam manajemen dan pengembangan bisnis sehingga dapat
memperluas kesempatan kerja baru dan mengurangi pengangguran," kata Eko.
Dengan munculnya barista-barista baru yang kemungkinan besar tertarik membuka
kafe kopi, diharapkan akan memberi efek positif bagi terserapnya tenaga kerja baru.
"Selain memberikan pelatihan barista profesional, kita juga mendorong dan
mendampingi mereka untuk menjadi wirausaha muda yang berani mengembangkan
bisnis kopi," kata Eko.
BBPPK dan PKK Lembang membuka dua opsi pelatihan yaitu menjadi barista yang
bekerja dengan orang atau menjadi barista yang akan membuka usaha sendiri.
Turut hadir pada pameran SAIK 2019, alumni binaan BBPPK dan PKK Lembang
Rendro yang juga menjadi narasumber dalam talk show.
"Saya ikut pelatihan ini tahun 2017 secara gratis dan hebatnya lagi kita para alumni
mendapatkan pendampingan. Apalagi seperti saya ini yang memang setelah lulus
pelatihan saya membuka kafe di Pemalang," cerita Rendo yang saat ini sudah
memiliki 2 kedai kopi di Pemalang.
Kegiatan pameran SAIK 2019 ini diikuti oleh 32 Kementerian/Lembaga dan
pesertanya Dinas Komunikasi dan Informasi provinsi, kabupaten/kota dari seluruh
Indonesia.
Masyarakat yang berkunjung ke stan pameran Kemnaker dapat melihat proses
pembuatan, mencicipi kopi, dan bisa langsung bertanya mengenai pelatihan kerja
untuk menjadi barista profesional atau wirausaha muda di bidang kopi.
Page 55 of 146.

