Page 114 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 MEI 2019
P. 114

Title         KEMNAKER: SISTEM SATU KANAL UNTUK MENCEGAH PENGIRIMAN PMI ILEGAL
                Media Name    rmol.co
                Pub. Date     25 Mei 2019
                              https://rmol.id/read/2019/05/25/391031/kemnaker-sistem-satu-kanal-untu k-
                Page/URL
                              mencegah-pengiriman-pmi-ilegal
                Media Type    Pers Online
                Sentiment     Positive









               Dirjen Pembinaan Penempatan dan Perluasan Kerja, Kementerian Ketenagakerjaan
               (Kemnaker), Maruli Apul Hasoloan kembali menegaskan pengiriman pekerja migran
               Indonesia (PMI) sektor pekerja rumah tangga (PRT) melalui sistem Satu Kanal (one
               channel) ke Arab Saudi bertujuan untuk mencegah pengiriman PMI secara ilegal.
               "Selama ini banyak pengiriman PMI ilegal ke sana dengan modus visa umroh. Nanti
               tidak ada lagi pakai cara ilegal seperti itu," kata Maruli dalam diskusi dengan
               wartawan di Jakarta, Jumat (24/5).

               Sebagaimana diberitakan pada Desember 2018, Menteri Ketenagakerjaan, M. Hanif
               Dhakiri menerbitkan Keputusan Menteri Ketenagakerjaan (Kepmenaker) Nomor
               291/2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Penempatan dan Perlindungan Pekerja
               Migran Indonesia di Kerajaan Arab Saudi Melalui Sistem Satu Kanal.

               Menurut Maruli, pada Mei 2015 pemerintah mengeluarkan kebijakan menghentikan
               pengiriman PMI sektor PRT ke seluruh negara di Timur Tengah. Alasannya waktu
               itu, antara lain, pertama,banyak PMI diperlakukan tidak manusiawi di hampir semua
               negara di Timteng. Kedua, semua negara di Timteng tidak mempunyai peraturan
               perundang-undangan yang melindungi tenaga kerja asing termasuk PMI.

               Sekarang pemerintah mengeluarkan kebijakan akan mengirim PMI sektor PRT ke
               Arab Saudi, dengan pertimbangan,pertama, Arab Saudi sangat membutuhkan PMI.
               Kedua, Arab Saudi sudah mempunyai peraturan tertulis untuk melindungi tenaga
               kerja asing. Ketiga, pemerintah Arab Saudi dan pemerintah Indonesia sudah
               menandatangani MoU pengiriman PMI ke Arab Saudi dengan sistem satu kanal.

               Menurut Maruli, banyak negara membutuhkan PMI terutama PMI sektor PRT seperti
               Jepang, Taiwan, seluruh negara di Timteng, dan sebagainya.

               Untuk itu, kata Maruli, pemerintah akan terus, pertama, meningkatkan perlindungan
               terhadap PMI sejak dari Tanah Air atau sejak prapemberangkatan, di tempat kerja
               atau negara penempatan sampai PMI kembali lagi ke Tanah Air.

               Perlindungan prapemberangkatan seperti menghindari perekrutan melalui calo.
               Karena itulah pemerintah, kata dia, telah membangun desa migran produktif dan
               kantor pelayanan satu atap di kantong-kantong PMI yang dikirim ke banyak negara.



                                                      Page 113 of 277.
   109   110   111   112   113   114   115   116   117   118   119