Page 52 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 MARET 2020
P. 52
Title KSPI: BURUH RENTAN TERPAPAR COVID-19
Media Name elshinta.com
Pub. Date 26 Maret 2020
https://www.elshinta.com/news/202822/2020/03/26/kspi-buruh-rentan-terp apar-
Page/URL
covid19
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan
sampai saat ini sejumlah perusahaan masih beroperasi meskipun sudah ada
imbauan pemerintah untuk bekerja dari rumah untuk mengantisipasi penyebaran
COVID-19.
"Para buruh sangat rentan terpapar COVID-19. Kalau banyak buruh yang terinfeksi,
maka perekonomian Indonesia akan semakin terpuruk," ujar Said Iqbal dalam
keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (26/3).
Iqbal juga mengingatkan semua pihak dengan adanya potensi terjadi pemutusan
hubungan kerja (PHK) besar-besaran. Potensinya bisa mencapai puluhan bahkan
ratusan ribu pekerja.
"Kami menyebutnya sebagai darurat PHK," kata Iqbal, seperti dikutip Antara .
Darurat PHK tersebut, bisa dilihat dari empat kondisi berikut. Kondisi yang pertama,
kata Iqbal, adalah ketersediaan bahan baku di industri manufaktur yang mulai
menipis. Khususnya bahan baku yang berasal dari impor, seperti dari negara
Tiongkok, dan negara-negara lain yang juga terpapar COVID-19.
Industri yang akan terpukul adalah padat karya, seperti tekstil, sepatu, garmen,
makanan, minuman, komponen elektronik, hingga komponen otomotif.
"Karena bahan baku berkurang, maka produksi akan menurun. Ketika produksi
menurun, maka berpotensi terjadi pengurangan karyawan dengan melakukan PHK.
Oleh karena itu, sebaiknya perusahaan segera meliburkan para pekerjanya untuk
mengurangi biaya produksi, seperti biaya listrik, gas, transportasi, dan perawatan,"
terang dia.
Kedua, yakni melemahnya rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Jika situasi itu terus berlanjut, perusahaan padat karya maupun padat modal akan
terbebani dengan biaya produksi yang tinggi. Terutama perusahaan-perusahaan
yang harus membeli bahan baku impor.
"Perusahaan membeli bahan baku dengan dolar dan menjual dengan rupiah yang
terus melemah. Ditambah dengan daya beli masyarakat yang menurun tajam,
Page 51 of 121.

