Page 91 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 MARET 2020
P. 91
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah menegaskan, diturunkannya
tim khusus merupakan bentuk respons cepat dari Kemenaker untuk menanggapi
adanya laporan dan informasi pengaduan dari serikat pekerja buruh terkait dugaan
pelanggaran ketenagakerjaan.
"Kemenaker telah mengirimkan tim pengawas ketenagakerjaan untuk melakukan
pemeriksaan langsung ke lapangan. Kita juga sudah berkoordinasi dengan UPTD II
Pengawasan wilayah II Provinsi Jawa Barat," kata Ida.
Menaker menambahkan saat ini tim tengah mengecek dan memverifikasi laporan
tersebut. Dia menegaskan jika PT AFI terbukti melanggar aturan, maka Kemenaker
akan memberikan sanksi sesuai dengan perundang-undangan.
"Saat ini tim terus bekerja melakukan tahap pemeriksaan dokumen dan permintaan
keterangan kepada pekerja dan pengusaha serta para pihak terkait untuk dilakukan
pendalaman materi dugaan pelanggaran Norma Kerja, Norma Perempuan serta
termasuk penerapan norma K3 di lokasi kerja," ujar Ida.
"Kalau terbukti tentu kita berikan sanksi tegas sesuai peraturan perundang-
undangan," kata Ida.
Sejumlah isu pelanggaran ketenagakerjaan sempat menghempas PT AFI.
Perusahaan asal Singapura itu disebut menggaji buruh pabriknya dengan upah
yang tidak layak dan mengabaikan keselamatan kerja hingga beberapa di antaranya
sampai keguguran.
Dua masalah itu sampai membuat ratusan buruh pabrik AICE mogok kerja. Mereka
menuntut upah yang layak dan tentunya kondisi lingkungan kerja yang aman.
Sebelumnya, manajemen PT AFI telah mengkonfirmasi dua isu tersebut. Soal upah,
PT AFI memastikan telah menggaji pekerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Setiap perusahaan memiliki kebijakan dalam pemberian upah. AFI telah mengikuti
regulasi yang ada. Setiap kebijakan yang ditempuh dalam menentukan kenaikan
anggaran gaji mengacu dan sudah mengikuti kepada ketentuan pengupahan," kata
Legal Corporate PT AFI, Simon Audry Halomoan Siagian, saat menggelar press
briefing di kawasan Senayan, 28 Februari lalu.
Sementara soal pekerjanya yang keguguran, Simon memastikan keguguran itu
bukan disebabkan karena beban kerja yang terlalu berat.
"Sebagian karena mereka sendiri tidak mengetahui sedang hamil, atau berhubungan
seksual di trisemester pertama," ujar Simon.
Page 90 of 142.

