Page 125 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JULI 2019
P. 125
"Ya tentu nanti ada lah (kriterianya-red). Tapi setidaknya mewakili dari tiga
kelompok besar," kata Hanif di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat
(19/7/2019).
Dia menyebutkan tiga kelompok itu, yakni para pencari kerja baru fresh graduate.
Apa pun latar belakang pendidikannya, kata dia, selama merupakan pencari kerja
baru maka bisa mendapatkan Kartu Prakerja.
"Lalu yang kedua adalah pada pekerja yang existing atau yang sedang bekerja. Lalu
yang ketiga adalah mereka yang menjadi korban PHK. Jadi tiga kelompok itu,"
tuturnya.
Dia mengungkapkan bahwa tiga keompok tersebut merupakan sasaran pemerintah
dalam kebijakan triple skilling.
Kebijakan tersebut dikatakannya sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan
kualitas sumber daya manusia (SDM).
Hanif mencontohkan untuk para pencari kerja baru yang masih muda, belum
memiliki keterampilan (skill), dan mempunyai masalah dengan dengan dunia kerja
maka akan masuk dalam kebijakan skilling.
Dengan begitu, para angkatan kerja baru ini mempunya keterampilan dan bisa
masuk dunia kerja.
"Lalu yang kedua yang untuk pekerja existing itu yang perlu upskilling (peningkatan
keterampilan-red). Nah upskilling ini menjadi penting karena dunia kerja kan juga
berubah. Jika keterampilannya berhenti membuat dia tidak aman, membuat dia
tidak fleksibel dalam bekerja. Maka dibuat peningkatan keterampilan sehingga
punya karier atau dia juga misalnya ganti-ganti pekerjaan," ujarnya.
Kemudian untuk para korban PHK akan masuk dalam kebijakan reskilling. "Nah
reskilling diperlukan apabila mereka berencana melakukan alih profesi. Maka skill-
nya harus berubah," tuturnya. (dam)
Page 124 of 125.

