Page 120 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JULI 2019
P. 120
Meskipun alokasi pembiayaan kartu pra kerja ini diperkirakan mencapai Rp10,3
triliun, Hanif enggan menyebutkan jumlah insentif yang akan diterima para pekerja
penerima kartu ini.
"Di kita ada angkanya tapi saya tidak bisa menyampaikan karena angka harus
menunggu keputusan menkeu [menteri keuangan] hitung-hitungannya seperti apa,"
jelas Hanif.
Adapun, program pelatihan untuk lulusan baru diproyeksikan memakan waktu
hingga tiga bulan sampai sertifikasinya terbit. Lalu pekerja yang bersangkutan bakal
mendapatkan insentif pascapelatihan yang setara dengan tiga bulan masa pelatihan.
Program peningkatan keterampilan bagi pekerja yang sudah bekerja diakuinya juga
berlaku selama dua bulan. Pada program ini, pemerintah juga akan memberikan
insentif untuk mengganti upah yang dia dapatkan ketika aktif bekerja. "Ketika gak
kerja kamu kan kehilangan upah. Nah itu dikasih insentif. Kalau untuk yang pekerja
existing ini insentifnya sama dengan lamanya pelatihan," tambahnya.
Menurut Hanif, jumlah insentif yang akan diberikan pada segmen pekerja yang
sudah bekerja ini akan diberikan insentif. "[Insentif] nanti itu apakah 100 persen
upah, 75 persen upah, atau 50 persen upah itu simulasi fiskal. Itu kita tunggu dari
Kemenkeu [Kementerian Keuangan]," tegas Hanif.
Program ketiga, masa pelatihan bagi korban PHK diperkirakan mencapai dua bulan
dengan insentif pengganti upah selama tiga bulan.
"Kan ini intervensi yang sifatnya terbatas. Kalau ada duitnya bisa 1 tahun.
Logikanya, ini menghitung kekuatan negara kita. Kalau negara tidak intervensi sama
sekali kan tidak mungkin. Tapi kalau negara terlalu hadir kan juga ga kuat. Misalnya
dari sisi fiskal. Nah makanya setidaknya negara memberikan insentif," ujar Hanif.
Page 119 of 125.

