Page 123 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JULI 2019
P. 123
Karena retail ini banyak berubah, kata dia, mereka harus diupgrade atau kategori
PHK itu yang paling rentan di mana? "Sehingga sangat mungkin secara teknokratis
untuk didesain mengenai kualifikasi itu jadi prinsipnya eligibilitas," kata Hanif.
Pemerintah setidaknya akan membagi tiga kelompok calon penerima Kartu Pra-
Kerja, yaitu, pertama para pencari kerja seperti lulusan baru, kedua para pekerja
yang sedang bekerja dan ketiga para korban PHK.
"Kebijakannya oleh pemerintah itu disiapkan yang namanya triple skiling. Ada
skilling, up-skilling dan reskilling. Jadi untuk para pencari kerja terutama fresh
graduate yang masih muda-muda, yang belum punya keahlian atau sekolah ada
masalah masuk program 'skilling' sehingga punya skill, jadi bisa masuk ke pasar
kerja," kata Hanif.
Waktu pelatihan tiga bulan dan mendapat sertifikat dan tiga bulan pasca pelatihan
mendapat insentif selama tiga bulan. Untuk mereka yang sudah bekerja perlu
meningkatkan keterampilan (upskilling) agar dapat memiliki karir atau dapat
berganti pekerjaan yang lebih baik.
Mereka yang mengikuti upskilling mendapat pelatihan selama dua bulan dan insentif
selama dua bulan. "Ini dinamakan insentif pengganti upah. Walaupun namanya
insentif pengganti upah, nanti itu apakah 100 persen upah, 75 persen upah, atau 50
persen upah itu simulasi fiskal. Itu kita tunggu dari Kemenkeu," ujar Hanif.
Ketiga adalah reskilling bagi para koban PHK dan diperuntukkan bagi mereka yang
ingin beralih profesi sehingga keterampilannya harus berubah. "Berarti dia dua
bulan dapat pelatihan sama sertifikasi karena dia tidak punya pekerjaan dan
diasumsikan kalau orang kena PHK itu berarti berkeluarga kan beda sama new
comer," ulasnya.
Korban PHK mendapat pelatihan selama dua bulan dan mendapatkan insentif
pengganti upah saat pelatihan. Setelah selesai pelatihan dia mendapatkan insentif
selama tiga bulan. Jad, total lima bulan, tapi angkanya tanya menteri keuangan,
ya?" kata Hanif.
Page 122 of 125.

