Page 49 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 OKTOBER 2019
P. 49
Ia berharap "Fashion Paradise 2019" bisa menjadi momentum yang baik bagi
semua pihak untuk terus menggerakkan industri kreatif, khususnya bidang fesyen.
"Kebetulan pemerintah sudah dua tahun terakhir ini terus melakukan 'upgrading'
terhadap balai-balai latihan kerja karena BBPLK memainkan peranan penting dalam
mendorong percepatan peningkatan kompetensi sumber daya manusia," katanya.
Ia juga mengharapkan "Fashion Paradise" bisa dilaksanakan secara rutin tiap tahun
sebagai upaya menumbuhkembangkan industri fesyen.
Direktur Utama Kreasi Lintas Cipta sekaligus Project Director acara "Fashion
Paradise 219" Eka Mutia Yuliandarin menjelaskan bahwa para perancang busana
Indonesia memang perlu diberi wadah dan difasilitasi agar bisa semakin kreatif dan
inovatif dalam merancang busana serta menghasilkan produk-produk fesyen.
"Sumber daya manusia yang mumpuni, harus dikelola dan didampingi untuk
pengembangan kreativitasnya. Dukungan pelatihan dan sarana fasilitas sangat
penting, untuk mencetak perancang busana berkualitas," ujarnya.
Menurut dia, kompetisi di dunia fesyen bukan hanya masalah menang atau kalah,
tapi lebih pada membangkitkan keberanian lulusan pelatihan dalam menampilkan
karya-karyanya yang digunakan oleh model profesional.
Eka menilai potensi sumber daya manusia Indonesia di bidang fesyen, khususnya
dari Jawa Tengah, tidak kalah dari luar negeri.
Page 48 of 106.

