Page 52 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 OKTOBER 2019
P. 52
Title MENAKER: INDUSTRI FESYEN BISA DONGKRAK PERTUMBUHAN EKONOMI
Media Name kumparan.com
Pub. Date 12 Oktober 2019
https://kumparan.com/@kumparanbisnis/menaker-industri-fesyen-bisa-dong krak-
Page/URL
pertumbuhan-ekonomi-1s2ZyHQaIXS
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Industri kreatif dinilai menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi, utamanya di
bidang fesyen.
Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri menyebut, fesyen berpotensi bersaing dalam dunia
industri.
"Pekerjaan yang bisa bertahan adalah pekerjaan yang mengandalkan kreativitas dan ilmu
pengetahuan. Salah satunya adalah industri kreatif, dan fesyen satu di antaranya," ujar
Hanif dalam sambutannya di acara Fashion Paradise di Balai Besar Pusat Latihan Kerja
(BBLLK) Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (12/10).
Potensi SDM di bidang fesyen yang dimiliki bangsa Indonesia, kata Hanif, tidak kalah
dengan bangsa lain. Hanif mengambil contoh, fesyen Indonesia saat ini sudah menembus
Paris, Prancis.
Selain itu, Hanif mengatakan, dalam dua tahun terakhir pemerintah aktif meningkatkan
balai-balai latihan kerja termasuk di bidang fesyen.
"Sehingga, industri kreatif khususnya di bidang fesyen ini bisa terus berkembang dan
berkontribusi terhadap perekonomian kita. Industri fesyen ini adalah penyumbang terbesar
kedua dari subsektor ekonomi kreatif. Nomor satunya adalah kuliner," ungkapnya.
Lebih lanjut, Hanif menjelaskan, tugas pemerintah saat ini membuka jalan yang lebar bagi
pelaku industri fesyen untuk bisa terus berkiprah di dunia internasional. Dia juga berharap
tak hanya bidang fesyen saja, namun juga industri kreatif lainnya.
"Ke depan, saya kira ekonomi kreatif berpotensi besar untuk mendorong pertumbuhan
ekonomi. Tidak hanya fesyen, tapi sub-sektor ekonomi lainnya juga didorong untuk
mendongkrak pertumbuhan ekonomi dalam negeri," jelasnya.
Direktur Utama Kreasi Lintas Cipta Eka Mutia Yuliandarin menambahkan, para perancang
busana Tanah Air memang perlu diberi wadah dan difasilitasi untuk mengembangkan
kreativitasnya. Sehingga, bisa semakin kreatif dan inovatif dalam merancang busananya.
"Sumber daya manusia yang mumpuni, harus dikelola dan didampingi untuk pengembangan
kreativitasnya. Dukungan pelatihan dan sarana fasilitas sangat penting, untuk mencetak
perancang busana berkualitas," ucap Eka.
Page 51 of 106.

