Page 47 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 OKTOBER 2019
P. 47

Menaker menyebutkan bahwa industri fesyen saat ini menjadi penyumbang kedua
               terbesar di sub sektor ekonomi kreatif, setelah kuliner.


                 Menurut dia, potensi sumber daya manusia yang dimiliki bangsa Indonesia di
               bidang fesyen tidak kalah dengan bangsa lain. Bahkan, industri fesyen di dalam
               negeri, khususnya para desainer muda dari Indonesia sudah ada yang ikut peragaan
               busana di Paris, Perancis, pada akhir bulan lalu.


                "Tentu ini semakin menumbuhkan optimisme bagi kita sehingga industri kreatif,
               khususnya fesyen bisa berkembang dan berkontribusi bagi perekonomian kita,"
               ujarnya.


                Menaker berharap "Fashion Paradise 2019" bisa menjadi momentum yang baik bagi
               semua pihak untuk terus menggerakkan industri kreatif, khususnya bidang fesyen.


                "Kebetulan pemerintah sudah dua tahun terakhir ini terus melakukan 'upgrading'
               terhadap balai-balai latihan kerja karena BBPLK memainkan peranan penting dalam
               mendorong percepatan peningkatan kompetensi sumber daya manusia," katanya.


                 Menaker juga mengharapkan "Fashion Paradise" bisa dilaksanakan secara rutin
               tiap tahun sebagai upaya menumbuhkembangkan industri fesyen.


                Direktur Utama Kreasi Lintas Cipta sekaligus Project Director acara "Fashion
               Paradise 219" Eka Mutia Yuliandarin menjelaskan bahwa para perancang busana
               Indonesia memang perlu diberi wadah dan difasilitasi agar bisa semakin kreatif dan
               inovatif dalam merancang busana serta menghasilkan produk-produk fesyen.


                "Sumber daya manusia yang mumpuni, harus dikelola dan didampingi untuk
               pengembangan kreativitasnya. Dukungan pelatihan dan sarana fasilitas sangat
               penting, untuk mencetak perancang busana berkualitas," ujarnya.

                Menurut dia, kompetisi di dunia fesyen bukan hanya masalah menang atau kalah,
               tapi lebih pada membangkitkan keberanian lulusan pelatihan dalam menampilkan
               karya-karyanya yang digunakan oleh model profesional.

                Eka menilai potensi sumber daya manusia Indonesia di bidang fesyen, khususnya
               dari Jawa Tengah, tidak kalah dari luar negeri.

                 Pewarta: Wisnu Adhi Nugroho  Editor: Faisal Yunianto  COPYRIGHT (c)2019  .




















                                                       Page 46 of 106.
   42   43   44   45   46   47   48   49   50   51   52