Page 42 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 OKTOBER 2019
P. 42
De Meyer mendefinisikan kekerasan dan pelecehan yang terjadi di dunia kerja
bukanlah suatu perilaku tunggal, namun serangkaian perilaku yang terjadi berulang
kali hingga menimbulkan cedera atau dampak buruk bagi keadaan fisik maupun
psikologis seseorang.
"Kekerasan dan pelecehan yang terjadi di dunia kerja bukan perilaku tunggal, tetapi
serangkaian perilaku dan praktik yang tidak dapat diterima sehingga menimbulkan
cedera atau dampak secara psikologis maupun fisik. Kekerasan dan pelecehan yang
terjadi di dunia kerja itu tidak terjadi hanya satu kali melainkan berulang kali kepada
korban yang sama, ujar De Meyer.
Definisi mengenai kekerasan dan pelecehan di dunia kerja itu tercantum dalam
Konvensi ILO No.190 tentang Penghapusan Kekerasan dan Pelecehan di Dunia
Kerja.
De Meyer menjelaskan bahwa konvensi tersebut mengambil pendekatan pragmatis,
yaitu mendefinisikan kekerasan dan pelecehan sebagai serangkaian perilaku atau
praktik yang tidak dapat diterima yang mengakibatkan cidera secara fisik, psikologis,
seksual dan ekonomi.
Di perangkat hukum ini tidak membedakan definisi kekerasan dan pelecehan.
Definisi kekerasan dan pelecehan mencakup penyiksaan secara fisik, lisan,
perundungan, pengeroyokan, pelecehan seksual, ancaman, dan penguntitan,
ucapnya.
Ia mengatakan konvensi itu juga mempertimbangkan kondisi dan cara kerja di
dunia modern saat ini, di mana kegiatan kerja seringkali dilakukan tidak di tempat
kerja fisik, seperti kantor.
Untuk itu, Konvensi ILO No.190 itu juga mencakup komunikasi yang berhubungan
dengan kerja, termasuk yang mungkin terjadi melalui teknologi informasi dan
komunikasi.
Menurut De Meyer, konvensi itu memberikan kerangka aksi yang jelas untuk upaya
membentuk masa depan dunia kerja yang bermartabat. Konvensi ini juga
memberikan peluang untuk membentuk masa depan dunia kerja yang bebas dari
segala bentuk kekerasan dan pelecehan, ujar dia.
Terkait perubahan perilaku, De Meyer mengatakan bahwa hal itu tidak mudah.
Namun diadopsinya instrumen-instrumen yang kuat seperti ini akan mengirimkan
pesan yang kuat.
"Akan membuat yang selama ini tidak terlihat menjadi semakin terlihat. Kita tahu
bahwa tindakan itu adalah merupakan pelecehan dan kekerasan. Tetapi terkadang
kita sulit untuk mendefinisikan atau menarasikan tindakan tersebut ke dalam suatu
aturan," ujar De Meyer.
Page 41 of 106.

