Page 41 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 OKTOBER 2019
P. 41
mewujudkan masa depan dunia kerja yang bermartabat dengan tidak adanya
kekerasan dan pelecehan di lingkungan kerja," ujar Sulistri.
Terkait upaya penghapusan kekerasan dan pelecehan di dunia kerja, lanjut dia,
pembangunan karakter dan mental serta sosialisasi pemahaman tentang definisi
kekerasan dan pelecehan di dunia kerja harus dilakukan secara masif kepada
seluruh pihak.
Hal itu karena tindakan pelecehan maupun kekerasan di dunia kerja sangat
mempengaruhi produktivitas pekerja.
"Ketika pekerja merasa tidak nyaman karena mengalami kekerasan dan pelecehan
maka produktivitasnya akan menurun. Produktivitas yang menurun itu akan juga
mempengaruhi kinerja perusahaan ataupun lembaga tempat dia bekerja," kata dia.
Penerapan konvensi Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) mendorong
penerapan Konvensi ILO No.190 tentang Penghapusan Kekerasan dan Pelecehan di
dunia kerja, yang salah satu tujuannya menjamin perlindungan bagi pekerja tanpa
memandang status kontrak kerja.
Fokus konvensi ini pada inklusifitas yang penting. Artinya siapapun yang bekerja
akan terlindungi tanpa memandang status kontrak kerja, kata penasihat senior ILO,
Tim De Meyer, pada diskusi interaktif ILO tentang kekerasan dan pelecehan di dunia
kerja, beberapa waktu lalu.
De Meyer mengatakan pekerja magang, sukarelawan, pencari kerja dan orang-
orang yang menjalankan kewenangan sebagai pemberi kerja berhak untuk
mendapatkan perlindungan berdasarkan Konvensi ILO No.190.
Hal itu berlaku juga untuk sektor publik dan swasta, sektor ekonomi formal dan
informal, serta wilayah perkotaan maupun pedesaan. Menurut De Meyer, beberapa
kelompok pekerja di sektor, jabatan dan pengaturan kerja tertentu juga mengalami
kerentanan khusus terhadap kekerasan dan pelecehan.
Mereka yang bekerja di sektor kesehatan, transportasi, pendidikan dan rumah
tangga atau bekerja di malam hari maupun di wilayah terpencil sangat rentan
terhadap kekerasan dan pelecehan, ujarnya.
Selain itu, kekerasan dan pelecehan berbasis gender menjadi salah satu fokus
utama dari Konvensi ILO No.190 dengan pendekatan yang juga mempertimbangkan
pihak ketiga, misalnya klien, pelanggan, penyedia layanan dan pasien.
"Karena merekapun dapat menjadi korban ataupun pelaku," kata De Meyer.
Selanjutnya, konvensi tentang penghapusan kekerasan dan pelecehan di dunia
kerja itu juga mempertimbangkan dampak kekerasan rumah tangga pada dunia
kerja.
Page 40 of 106.

