Page 40 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 OKTOBER 2019
P. 40
Dari jumlah 9.637 kasus atau 71 persen kejadian terjadi di ranah privat/personal
atau disebut KDRT di mana pelakunya memiliki hubungan darah dengan korban,
kekerabatan, atau terikat hubungan pernikahan dan hubungan pacaran.
Sedangkan sebanyak 3.915 atau 28 persen terjadi di ranah komunitas di mana
pelaku tidak memiliki hubungan darah dan kekerabatan dengan korban, seperti
majikan, guru, teman kerja, tokoh masyarakat, atau bahkan orang yang tidak
dikenal. Dan kasus lainnya yaitu 16 kasus berkaitan dengan kekerasan seksual yang
dilakukan atas nama negara.
Agar kasus yang mendera Baiq Nuril tidak dialami perempuan lain di dunia kerja,
serikat buruh mendesak pemerintah untuk segera meratifikasi Konvensi ILO No.190
dan Rekomendasi No.216 tentang Penghapusan Kekerasan dan Pelecehan di Dunia
Kerja.
Organisasi perburuhan internasional (ILO) menerbitkan Konvensi No.190 Tahun
2019 tentang Penghapusan Kekerasan dan Pelecehan di Dunia Kerja. Konvensi yang
diadopsi pada sidang ILO ke-108 di Jenewa, Swiss, 21 Juni 2019 itu memuat
berbagai ketentuan antara lain mengakui hak setiap orang atas dunia kerja yang
bebas dari kekerasan dan pelecehan, termasuk kekerasan dan pelecehan berbasis
gender (perempuan).
Ketua Umum Federasi serikat buruh makanan, minuman, pariwisata, restoran dan
hotel ( FSB KAMIPARHO) Sulistri mengungkapkannya di sela-sela diskusi interaktif
ILO tentang penghapusan kekerasan dan pelecehan di dunia kerja yang digelar di
Jakarta, Kamis.(10/10) Apa yang menimpa Baiq Nuril sungguh memprihatinkan dan
membuktikan bahwa perempuan adalah kelompok pekerja yang rentan terhadap
pelecehan maupun kekerasan.
Berdasarkan kejadian yang terjadi di lapangan selama ini, korban kekerasan
maupun pelecehan itu malu untuk menyampaikan tindakan yang dialaminya,
ungkap Sulistri.
Menurut dia, hal itu terjadi karena pekerja yang melaporkan pengalamannya
sebagai korban tindakan kekerasan maupun pelecehan cenderung dikucilkan dan
tidak didengar suaranya.
"Korban kekerasan dan pelecehan baru terbuka kepada seseorang yang bisa
dipercayainya. Untuk itu, korban harus nyaman dan merasa aman dulu baru mau
terbuka," kata Sulistri.
Diperlukan aturan yang mengatur dan melindungi korban kekerasan dan pelecehan
agar mereka berani melapor kepada para penegak hukum.
"Di dalam Konvensi tentang Penghapusan Kekerasan dan Pelecehan di Dunia Kerja
juga mengatur hal itu. Konvensi ini kuat karena disertai rekomendasi yang menjadi
acuan implementasinya di level negara. Konvensi tersebut bertujuan untuk
Page 39 of 106.

