Page 68 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 OKTOBER 2019
P. 68
"Industri fashion negara lain terbatas idenya tidak sebanyak Indonesia," katanya.
Menurut Hanif, fashion merupakan penyumbang terbesar kedua dalam industri
kreatif setelah kuliner atau makanan pada pendapatan produk domestik bruto
(PDB).
Untuk menyiapkan tenaga terampil bidang fashion, lanjut ia, BBPLK Semarang
membuka studi fashion teknologi yang terbuka untuk umum semua usia.
Lulusan BBPLK nantinya tidak hanya mahir berkreasi membuat rancangan busana,
tapi juga memproduksi dan marketing atau penjualan.
"Fashion teknologi di BBPLK Semarang sudah berjalan dua tahun dan telah
mengikuti berbagai kegiatan fashion show di Jakarta dan Paris. Ini akan menjadi
model untuk BBPLK lainnya di Indonesia," ujar Hanif.
Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kemenakar, Bambang
Satrio Lelono, menyatakan "Fashion Show Paradise 2019" menjadi ajang promosi
pelatihan BBPLK.
"Kami harapkan nantinya bisa lahir start up bidang fashion," kata dia.
Sementara itu, Ketua Penyelenggara "Fashion Paradise 2019" dari KLC, Eka Mutia
Yuliandarin, menyatakan peserta kalangan siswa SMK, lembaga pelatihan, dan
perguruan tinggi.
Peserta yang mendaftar sebanyak 178 orang berasal dari Sumatera, Kalimantan,
Nusa Tenggara Timur, dan Jawa, terutama Jawa Tengah.
"Setelah dilakukan seleksi lolos 50 orang finalis, tapi satu mengundurkan diri
sehingga hanya 49 orang. Memperebutkan total hadiah Rp 65 juta," ujar dia.
Target ajang ini, lanjut Eka, dapat melahirkan pengusaha-pengusaha baru dibidang
fashion. "Kegiatan ini akan diadakan rutin setian tahun," kata dia.
Page 67 of 106.

