Page 71 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 OKTOBER 2019
P. 71
anak-anak kita untuk tidak hanya punya skill menjahit, tetapi mereka bisa
melakukan kreativitas di industri fashion," jelas Hanif.
Hanif menambahkan, industri fesyen merupakan salah satu jenis industri kreatif.
Industri ini memiliki keunggulan dalam hal adaptasi terhadap perubahan zaman.
Karena, industri ini menitik beratkan pada kretivitas dan inovasi pelaku industri.
Sehingga, industri fesyen dinilainya akan mampu terus bersaing di tengah
perubahan jenis pekerjaan dan keterampilan di era digital. "Di Indonesia, kita tidak
akan pernah kehabisan ide untuk berkreasi. Dan di masa depan pekerjaan yang
paling bisa diandalkan adalah pekerjaan yang mengandalkan kretivitas,
mengandalkan inovasi," ujarnya.
Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kemnaker, Bambang Satrio Lelono,
menambahkan, pergelaran Fashion Paradise 2019 merupakan kompetisi fahion
design yang diikuti desainer nasional. Kompetisi ini hasil kerja sama BBPLK
Semarang dengan Pemprov Jawa Tengah, Kreasi Lintas Cipta (KLC), dan Asosiasi
Pengusaha Perancang Mode Indonesia.
Kompetisi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas SDM di bidang fashion
technology, meningkatkan mutu usaha pelaku bisnis, sekaligus menjadi ajang
promosi bagi para pelaku bisnis fesyen maupun pelaku bisinis lainnya.
"Sasaran kompetisi adalah para desainer pemula di seluruh Indonesia, termasuk
lulusan pelatihan kejuruan fashion technology BBPLK Semarang, maupun BLK/LPK
lainnya, para lulusan akademi/universitas, serta para personil yang menggeluti
fesyen secara otodidak," kata Bambang.
Tahap awal kompetisi ini diikuti lebih 200 peserta. Setelah dilakukan seleksi I,
sebanyak 50 desain diperagakan di catwalk Fasion Paradise 2019. Dari 50 desain
tersebut, akan dipilih 3 besar desain terbaik.
Adapun, Dewan Juri Fashion Paradise 2019 adalah Elkana Gunawan (IFC
Semarang), Sugeng Waskito (APPMI Yogyakarta), Nadia Ardiwinata (Radio Idola),
serta Menteri Ketenagakerjaan sebagai Juri Kehormatan.
Page 70 of 106.

