Page 135 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 JULI 2020
P. 135
Ringkasan
Dalam upaya memberikan pelindungan dan pemenuhan hak kepada penyandang disabilitas,
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menandatangani Nota Kesepahaman bersama
dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (Kemen BUMN) tentang pelatihan kerja dan
penempatan tenaga kerja penyandang disabilitas pada BUMN.
KEMNAKER-KEMEN BUMN SEPAKAT PEKERJAKAN PENYANDANG DISABILITAS
Jakarta - Dalam upaya memberikan pelindungan dan pemenuhan hak kepada penyandang
disabilitas, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menandatangani Nota Kesepahaman
bersama dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (Kemen BUMN) tentang pelatihan kerja
dan penempatan tenaga kerja penyandang disabilitas pada BUMN. Penandatangan komitmen
bersama tersebut dilakukan langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah dan Menteri
BUMN, Erick Thohir, di Ruang Tridharma Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Rabu
(22/7/2020).
Dalam sambutannya, Menaker Ida Fauziyah menyampaikan, sesuai dengan UU Nomor 8 Tahun
2016, khususnya terkait Pasal 53 ayat (1), di mana Pemerintah, Pemerintah Daerah, Badan
Usaha Milik Negara, dan Badan Usaha Milik Daerah wajib mempekerjakan paling sedikit 2 persen
Penyandang Disabilitas dari jumlah pegawai atau pekerja.
"Kami mengajak bergandengan tangan terutama temen-temen BUMN dan pimpinan perusahaan
BUMN menandatangani komitmen bersama berikutnya. Kalau sekarang dengan Menteri BUMN,
berikutnya ditindaklanjuti oleh seluruh perusahaan yang dikelola Kementerian BUMN," kata
Menaker Ida.
Dengan kondisi pandemi Covid-19 saat ini, Menaker Ida berharap BUMN mempekerjakan dan
terus memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas sebagai wujud pemenuhan hak
untuk membuktikan peran dan partisipasinya dalam pembangunan sesuai dengan potensi dan
kemampuannya.
"Kami tak henti-hentinya mengingatkan Kementerian/Lembaga, BUMN, Pemda untuk
merealisasi UU Nomor 8 Tahun 2016. Kalau belum sampai 2 persen, mohon didorong agar
sampai terpenuhi 2 persen," ujarnya.
Menaker Ida memberikan apresiasi kepada perusahaan BUMN yang telah banyak memberikan
kesempatan mempekerjakan penyandang disabilitas. Meski kondisi pandemi, dengan pasar
kerja terbatas dan banyaknya pekerja dirumahkan, diharapkan bisa memenuhi 2 persen. "Tetapi
tetap mengingatkan komitmen itu penting untuk direalisasikan," ujarnya.
Penyandang disabilitas, Muktadin Mustafa, yang kini bekerja di Kemnaker berharap BUMN dan
K/L lainnya juga mendukung untuk mempekerjakan dan memberikan kesempatan lebih luas
kepada penyandang disabilitas seperti dirinya.
"Fasilitas sudah ada ada, BUMN dan K/L mendukung, sudah saatnya kita bisa sukses," katanya
Selama bekerja di Kemnaker, Muktadin mengaku fasilitas kerja yang diberikan sangat
mendukung dan pekerjaan yang diberikan tidak menambah beban bagi dirinya. "Saya berterima
kasih kepada Kemnaker yang telah membuka kesempatan jalur PNS khusus bagi jalur disablitas.
Sehingga teman-teman saya juga berkesempatan," ujar pegawai Direktorat Pengendalian
Penggunaan Tenaga Kerja Asing (PPTKA) Kemnaker tersebut.
134

