Page 138 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 JULI 2020
P. 138

Ringkasan

              Dalam upaya memberikan pelindungan dan pemenuhan hak kepada penyandang disabilitas,
              Kementerian  Ketenagakerjaan  menandatangani  Nota  Kesepahaman  bersama  dengan
              Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tentang pelatihan kerja dan penempatan tenaga
              kerja penyandang disabilitas pada BUMN.

              Penandatangan komitmen bersama tersebut dilakukan langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan,
              Ida  Fauziyah  dan  Menteri  BUMN,  Erick  Thohir  di  Ruang  Tridharma  Kementerian
              Ketenagakerjaan, Jakarta, Rabu (22/7/2020).



              SEPAKAT PEKERJAKAN PENYANDANG DISABILITAS

              Dalam upaya memberikan pelindungan dan pemenuhan hak kepada penyandang disabilitas,
              Kementerian  Ketenagakerjaan  menandatangani  Nota  Kesepahaman  bersama  dengan
              Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tentang pelatihan kerja dan penempatan tenaga
              kerja penyandang disabilitas pada BUMN.

              Penandatangan komitmen bersama tersebut dilakukan langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan,
              Ida  Fauziyah  dan  Menteri  BUMN,  Erick  Thohir  di  Ruang  Tridharma  Kementerian
              Ketenagakerjaan, Jakarta, Rabu (22/7/2020).

              Dalam sambutannya, Menaker Ida Fauziyah menyampaikan, sesuai dengan UU Nomor 8 Tahun
              2016, khususnya terkait Pasal 53 ayat (1), di mana Pemerintah, Pemerintah Daerah, Badan
              Usaha Milik Negara, dan Badan Usaha Milik Daerah wajib mempekerjakan paling sedikit dua
              persen penyandang disabilitas dari jumlah pegawai atau pekerja.

              "Kami mengajak bergandengan tangan terutama teman-teman BUMN dan pimpinan perusahaan
              BUMN menandatangani komitmen bersama berikutnya. Kalau sekarang dengan Menteri BUMN,
              berikutnya  ditindaklanjuti  oleh  seluruh  perusahaan  yang  dikelola  Kementerian  BUMN,"  kata
              Menaker Ida dalam siaran persnya.

              Dengan  kondisi  pandemi  Covid-19  saat  ini,  Ida  berharap  BUMN  mempekerjakan  dan  terus
              memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas sebagai wujud pemenuhan hak untuk
              membuktikan  peran  dan  partisipasinya  dalam  pembangunan  sesuai  dengan  potensi  dan
              kemampuannya.

              "Kami  tak  henti-hentinya  mengingatkan  Kementerian/Lembaga,  BUMN,  pemda  untuk
              merealisasi UU Nomor 8 Tahun 2016. Kalau belum sampai dua persen, mohon didorong agar
              sampai terpenuhi dua persen," ujarnya.

              Menaker Ida memberikan apresiasi kepada perusahaan BUMN yang telah banyak memberikan
              kesempatan mempekerjakan penyandang disabilitas.

              Meski  kondisi  pandemi,  dengan  pasar  kerja  terbatas  dan  banyaknya  pekerja  dirumahkan,
              diharapkan bisa memenuhi 2 persen. "Tetapi tetap mengingatkan komitmen itu penting untuk
              direalisasikan," ujarnya.

              Penyandang disabilitas, Muktadin Mustafa, yang kini bekerja di Kemnaker berharap BUMN dan
              K/L lainnya juga mendukung untuk mempekerjakan dan memberikan kesempatan lebih luas
              kepada  penyandang  disabilitas  seperti  dirinya.  "Fasilitas  sudah  ada  ada,  BUMN  dan  K/L
              mendukung, sudah saatnya kita bisa sukses," katanya




                                                           137
   133   134   135   136   137   138   139   140   141   142   143