Page 142 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 JULI 2020
P. 142
MENAKER DAN MENTERI ERICK SEPAKAT PEKERJAKAN DISABILITAS DI BUMN
- Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah bersama Menteri BUMN, Erick Thohir menandatangani
MoU tentang Pelatihan Kerja dan Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas Pada BUMN.
Kerja sama ini diatur dalam Undang undang Nomor 8 Tahun 2016.
"Kami mengajak temen-temen dan pimpinan perusahaan BUMN ikut membantu memberikan
akses yang luas bagi disabilitas bekerja," kata Ida, saat menandatangani Nota Kesepahaman
bersama dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN)d Rabu (22/07).
Dengan kondisi pandemi Covid-19 saat ini, Ida berharap perusahan pelat merah bisa
mempekerjakan dan terus memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas.
"Kami tak henti-hentinya mengingatkan Kementerian/Lembaga, BUMN, Pemda untuk
merealisasi Undang Undang Nomor 8 Tahun 2016. Kalau belum sampai 2 persen, mohon
didorong agar sampai terpenuhi 2 persen," ujarnya.
Menaker juga memberikan apresiasi kepada perusahaan BUMN yang telah banyak memberikan
kesempatan mempekerjakan penyandang disabilitas. Meski kondisi pandemi, dengan pasar
kerja terbatas dan banyaknya pekerja dirumahkan, diharapkan bisa memenuhi 2 persen.
"Tetapi tetap mengingatkan komitmen itu penting untuk direalisasikan," ujarnya.
Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan, komitmen mempekerjakan penyandang disabilitas
sudah dijalankan Kementerian BUMN.
Tahun ini, pihaknya telah merekrut 178 yang merupakan bagian dari amanat Undang Undang
Nomor 8 Tahun 2016 untuk mempekerjakan minimal 2 persen penyandang disabilitas di
perusahaan.
"Jangan lihat kekurangannya, tapi bagaimana kita fokus bekerja di masa covid untuk pemulihan
ekonomi," ujarnya.
Selain fokus bekerja, Erick meminta dukungan Menaker dalam memberikan pelatihan kerja bagi
disabilitas. Yakni, memastikan program-program yang bisa disinergikan, bahwa kesempatan
pembukaan lapangan kerja dengan kondisi terkini sekaligus memastikan bantuan kepada
pekerja informal dan formal yang sangat membutuhkan hari ini.
"Kondisi saat ini, kita harus jadi satu paduan. Saya mohon dukungannya, karena ini bagian yang
harus kita laksanakan tugas secara bersama, tidak secara sektoral. Karena tidak ada artinya
Komite yang dibentuk presiden hari ini tanpa bantuan dari para Menteri," ujarnya.
Sementara penyandang disabilitas, Muktadin Mustafa, yang kini bekerja di Kemnaker berharap
BUMN dan K/L lainnya juga mendukung untuk mempekerjakan dan memberikan kesempatan
lebih luas kepada penyandang disabilitas seperti dirinya.
"Fasilitas sudah ada ada, BUMN dan K/L mendukung, sudah saatnya kita bisa sukses," katanya
Selama bekerja di Kemnaker, Muktadin mengaku, fasilitas kerja yang diberikan sangat
mendukung dan pekerjaan yang diberikan tidak menambah beban bagi dirinya.
"Saya berterima kasih kepada Kemnaker yang telah membuka kesempatan jalur PNS khusus
bagi jalur disablitas. Sehingga teman-teman saya juga berkesempatan," ujar pegawai Direktorat
Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja Asing (PPTKA) Kemnaker tersebut.
[KPJ].
141

