Page 145 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 JULI 2020
P. 145

"Jika  diperlukan,  tak  ada  salahnya  ditambahkan  klausul  buat  perusahaan-perusahaan  yang
              bergerak dengan prinsip sharing economy ini agar antara startup dan patner bisnis bisa sama-
              sama merasa nyaman," kata Keua Umum AMPI, Dito Ariotedjo, dalam keterangan, Rabu (22/7).

              Dito mengatakan, transformasi digital yang dilakukan harus disesuaikan dengan pendekatan
              yang serasi terhadap pengembangan dunia startup. Karena startup juga menciptakan lapangan
              pekerjaan yang tidak sedikit, terutama bagi anak muda.

              Dikatakan, butuh pendekatan yang sedikit berbeda dalam membuat payung hukum bagi startup.
              Sebab, startup rata-rata bergerak dalam prinsip-prinsip sharing economy, di mana aktivitasnya
              lebih banyak bersifat patnership, bukan relasi karyawan dan pengusaha.

              "Antara startup dan patner bisnis harus sama-sama nyaman. Sementara soal karyawan yang
              murni pekerja start-up, aturan mainnya bisa disamakan dengan pekerja formal lainya," ucap
              Dito.

              Dito menyebut seluruh fraksi partai politik di DPR, khususnya Fraksi Golkar yang berazaskan
              kerakyatan, akan mendahulukan kepentingan negara. Dampak positif terhadap ekonomi harus
              diyakini sebagai hasil pembahasan RUU Cipta Kerja.

              "Pembahasan saat ini memang masih mencari jalan terbaik dan titik kompromi pada beberapa
              pasal yang fundamental berhubungan dengan tenaga kerja. Kemudahan investasi menjadi salah
              satu  jargon  dari  RUU  ini.  Dari  investasi  tersebut  juga  akan  langsung  berpengaruh  pada
              pertumbuhan ekonomi Indonesia," katanya..

















































                                                           144
   140   141   142   143   144   145   146   147   148   149   150