Page 155 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 JULI 2020
P. 155

Praktik pemberangkatan  Pekerja Migran Indonesia  (PMI) ke luar negeri secara ilegal masih
              kerap terjadi. Teranyar, Badan Perlindungan  Pekerja Migran  Indonesia (BP2MI) menggerebek
              19 PMI yang hendak diberangkatkan oleh dua perusahaan secara ilegal ke Thailand.

              Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengatakan praktik tersebut turut menyeret sejumlah oknum
              mulai dari TNI, Polri, hingga  imigrasi  . Hal tersebut terjadi agar para calo pengirim PMI secara
              ilegal dapat bekerja dengan mulus.

              Politisi Partai Hanura itu mengungkapkan, ada calo yang beroperasi di level bawah. Tugasnya,
              menjaring masyarakat desa dengan menjanjikan pekerjaan nyaman dengan gaji besar.

              "Modus operandinya kami sudah paham. Peran, siapa melakukan apa, fakta di lapngan kami
              juga paham. Ada calo yang beroperasi di level bawah kepada masyarakat di desa menjanjikan
              pekerjaan nyaman dan gaji besar," ujar Benny di Gedung BP2MI, Jalan MT. Haryono, Jakarta
              Selatan, Rabu (22/7/2020).

              Jika sang calo belum dapat meyakinkan para  korbannya, maka oknum kepala desa akan di
              gandeng agar aksinya berjalan mulus. Tugas sang kepala desa, lanjut Benny, yakni meyakinkan
              para warganya agar mau bekerja di luar negeri.

              "Sekaligus oknum kepala desa memainkan memanipulasi dokumen awal apakah KTP atau surat
              jalan," kata dia.

              Benny menambahkan, jika ada proses administrasi lanjutan yang dibutuhkan maka calo tersebut
              akan memakai jasa oknum Pemerintah Daerah. Untuk teknis pemberangkatan di bandara dan
              pelabuhan, peran tersebut akan dimainkan oleh oknum TNI-Polri dan imigrasi.

              "Bagaimana mereka handling di bandara pelabuhan. Tidak lengkapnya persyaratan akan diurus
              yang handling mereka adalah oknum TNI, Polisi dan imigrasi," kata Benny.

              Menurutnya kerja-kerja tersebut sudah sangat teroganisir dan sistematis. Bagi dia, tindakan
              tersebut merupakan kejahatan luar biasa dan harus segera ditangani.


              "Ini  adalah jaringan yang  terorganisir dengan kerja  sistematis.  Ini  kejahatan  luar biasa dan
              haurs ditangani dengan cara luar biasa," lanjut dia.

              Lebih  lanjut,  Benny  menyatakan  permasalahan  PMI  tidak  akan  pernah  selesai  jika  sindikat
              tersebut  tidak  diberangus.  Pengiriman  PMI  secara  ilegal  akan  terus  berjalan  meski  rezim
              kekuasan berganti.

              "Siapapun presiden, kepala badan, atau berapa kali rezim pemerintahan ini berganti, kalau kita
              tidak mau memerangi sindikat pengiriman ilegal, maka tidak akan pernah selesai permasalahan
              PMI," tutup Benny.
              Sebelumnya, BP2MI melaporkan hasil penggerebekan 19 calon pekerja  migran  Indonesia (PMI)
              yang hendak diberangkatkan oleh dua perusahaan secara ilegal ke Thailand ke Bareskrim Polri.

              Belasan calon PMI tersebut sebelumnya diamankan BP2MI saat melakukan penggerebekan di
              Apartemen Bogor Icon, Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (17/7) malam.

              Total 19 PMI yang diamankan oleh BP2MI itu sedianya hendak diberangkatkan oleh PT. Duta
              Buana Bahari dan PT Nadies Citra Mandiri ke Thailand. Dalam hal ini, kedua perusahaan tersebut
              sejatinya tidak memiliki izin untuk melakukan perekrutan dan penempatan PMI.

              Dalam  kesempatan  yang  sama,  Kabagpenum  Divisi  Humas  Polri  Kombes  Ahmad  Ramadhan
              menyampaikan  bahwa  pihaknya  telah  menerima  berkas  laporan  dari  BP2MI  tersebut.

                                                           154
   150   151   152   153   154   155   156   157   158   159   160