Page 174 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 JULI 2020
P. 174
Selain menyatakan komitmennya terhadap para pekerja disabilitas, Erick yang kini juga
menjabat sebagai Ketua Pelaksana Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi
Nasional menyampaikan pentingnya sinergi antar kementerian dan lembaga (K/L) untuk
mengatasi para korban PHK akibat pandemi virus Corona.
Oleh karena itu, Erick juga meminta adanya sinergi dan dukungan lebih lanjut dari Kemnaker
dalam memastikan pembukaan kesempatan lapangan kerja serta bantuan kepada pekerja
formal dan informal dapat berjalan ke depan sebagai upaya percepatan pemulihan ekonomi.
Erick menilai upaya percepatan penanganan dan pemulihan ekonomi harus dilakukan dengan
fokus dan ekstra kerja keras. Erick mencontohkan semangat salah satu penyandang disabilitas
yang menyampaikan pengalamannya dalam acara tersebut.
"Kita juga belajar dari Muhtadin bagaimana dengan kondisi sekarang menghadapi COVID-19
dan bagaimana kita memulihkan ekonomi, jangan lihat kekurangan kita, tapi bagaimana kita
fokus bekerja," kata Erick.
Berdasarkan data Kemnaker pada 2019, kata Ida, jumlah tenaga kerja penyandang disabilitas
di BUMN dan swasta terus mengalami peningkatan yakni sebanyak 4.537 pekerja pada 2018
dibanding tahun sebelumnya yang sebanyak 4.286 pekerja.
Meski begitu, catatan tersebut masih relatif jauh dari total jumlah penyandang disabilitas yang
ada. Mengambil data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2019, jumlah penduduk usia kerja
penyandang disabilitas tercatat sebesar 20,9 juta jiwa dan angkatan kerja penyandang
disabilitas sebanyak 10,19 juta jiwa.
Sementara jumlah penyandang disabilitas yang bekerja hanya 9,91 juta jiwa. Jumlah
pengangguran terbuka dari penyandang disabilitas sebanyak 289 ribu orang..
173

