Page 241 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 JULI 2020
P. 241

GANDENG KEMENAKER, KBUMN SIAP SERAP TENAGA KERJA DIFABEL

              JAKARTA -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan komitmennya
              memberikan kesempatan kepada para penyandang  disabilitas  untuk bekerja di perusahaan
              pelat merah.

              Hal itu dituangkan dalam kerja sama dengan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah melalui
              penandatanganan  nota  kesepahaman  (MoU)  antara  Kementerian    BUMN    dan  Kementerian
              Ketenagakerjaan  (Kemenaker)  tentang  pelatihan  kerja  dan  penempatan    tenaga  kerja
              penyandang disabilitas pada perusahaan BUMN di Kantor Kemenaker, Jakarta, Rabu (22/7).

              Erick  mengatakan  hal  ini  juga  menjadi komitmen  dari Presiden  Joko  Widodo  (Jokowi).  Saat
              menjadi ketua panitia Asian Games 2018, Erick mengaku mendapat arahan dari Jokowi untuk
              menyediakan  layanan  yang  ramah  bagi  penyandang  disabilitas    pada  setiap  fasilitas  Asian
              Games.  Erick  bersyukur  fasilitas  Asian  Games  sangat  ramah  terhadap  para  penyandang
              disabilitas.

              "Kementerian  BUMN  dan  Kementerian  Ketenagakerjaan  bersinergi  memastikan  tidak  hanya
              fasilitas, tapi keberpihakan. Kita harus memberikan kesempatan yang sama kepada saudara-
              saudara kita yang butuh perhatian khusus," ujar Erick.

              Erick  menjelaskan  nota  kesepahaman  itu  bertujuan  agar  kedua  kementerian  mempunyai
              komitmen  bersama  dalam  meningkatkan  akses  pemenuhan  hak  pekerja  bagi  penyandang
              disabilitas, melalui pelatihan dan penempatan tenaga kerja penyandang disabilitas di lingkungan
              BUMN sesuai dengan kewenangan masing-masing. Hal itu merupakan wujud tanggung jawab
              pemerintah terhadap tenaga kerja penyandang disabilitas.

              "Memberikan kesempatan yang sama terhadap teman-teman berkebutuhan khusus merupakan
              amanat  Undang-Undang.  Sudah  menjadi  tugas kita  sebagai  bagian  dari  negara  untuk  hadir
              memberikan kesempatan yang sama, memberikan //affirmative action// untuk teman-teman
              berkebutuhan khusus," ucap Erick.

              Dalam kesepakatan tersebut, Kementerian BUMN diharapkan memberikan data dan informasi
              lowongan  kerja  bagi  penyandang  disabilitas,  menyelenggarakan  pelatihan  kerja  bagi  tenaga
              kerja  penyandang  disabilitas  yang  akan  ditingkatkan  kompetensinya  secara  bersama-  sama
              dengan peserta pelatihan kerja lainnya, serta pemenuhan fasilitas pelatihan disesuaikan dengan
              ragam dan jenis disabilitas penyandang disabilitas.

              Erick menilai bentuk kolaborasi ini perlu diatur sedemikian rupa untuk mewujudkan ekosistem
              dunia usaha yang baik antara supply and demand dari tenaga kerja melalui program pelatihan,
              penempatan,  pemberdayaan  kewirausahaan,  dan  pembinaan  dalam  rangka  perluasan
              kesempatan kerja.

              Erick menambahkan, perlindungan terhadap penyandang disabilitas juga diatur sesuai dengan
              ragam dan jenis disabilitas, antara lain berupa penyediaan aksesibilitas, pemberian alat kerja,
              dan alat pelindung diri.

              "Bahkan, jika ada penyandang disabilitas yang punya potensi berwirausaha, BUMN juga akan
              mendukung  demi  perluasan  kesempatan  kerja.  Yang  pasti,  akan  ada  perlakuan  yang  sama
              dengan rekan pekerja lainnya yang non disabilitas," ungkap Erick.
              Menteri Tenaga Kerja  Ida Fauziah  berharap dengan nota kesepahaman ini, BUMN sebagai
              penggerak     roda    perekonomian     nasional    mampu     memberikan      contoh    dalam
              mengimplementasikan  undang-undang  nomor  8  tahun  2016  yang  mana  pemerintah  pusat,
              pemerintah  daerah,  BUMN,  dan  BUMN  wajib  mempekerjakan  dua  persen  tenaga  kerja

                                                           240
   236   237   238   239   240   241   242   243   244   245   246