Page 245 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 JULI 2020
P. 245

Ringkasan

              Nama lembaga Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dicatut oleh oknum yang
              tidak bertanggungjawab berkaitan dengan penggerebekan 19 calon pekerja migran Indonesia (
              PMI  ) yang hendak diberangkatkan oleh dua perusahaan secara ilegal ke Thailand.


              BP2MI UNGKAP SINDIKAT PEMBERANGKATAN PMI ILEGAL, OKNUM APARAT
              HINGGA PEMDA

              Jakarta   -  Kepala  Badan  Pelindungan  Pekerja Migran  Indonesia  (BP2MI)    Benny  Rhamdani
              mengungkap adanya permainan oknum aparat hingga pemda dalam pemberangkatan Pekerja
              Migran Indonesia  (PMI) ilegal  . Hal itu dilakukan untuk memuluskan aksi calo.

              "Bagaimana mereka meng-handling di bandara dan pelabuhan untuk PMI diberangkatkan, tidak
              lengkapnya persyaratan akan diurus oleh pihak yang meng-handling mereka adalah oknum yang
              bisa saya katakan oknum TNI, polisi, dan imigrasi. Ini adalah jaringan yang sangat terorganisir
              dengan kerja sistematis," kata Benny di kantornya, Jalan MT Haryono, Cikoko, Jakarta Selatan,
              Rabu (22/7/2020).

              Benny  menjelaskan  modus  operandi  bagaimana  calo  membujuk  masyarakat  untuk  bekerja
              sebagai pekerja migran. Dia menyebut ada oknum perangkat desa sampai pemerintah daerah
              yang juga ikut berperan dalam pemberangkatan PMI ilegal.

              "Modus operandinya kita sudah paham peran siapa, melakukan apa, fakta di lapangan kita juga
              paham.  Ada  calo  yang  beroperasi  di  level  bawah  kepada  masyarakat  di  desa  menjanjikan
              pekerjaan nyaman dan gaji besar," ujar Benny.

              "Oknum kepala desa memainkan memanipulasi dokumen awal apakah KTP atau surat jalan. Jika
              ada  administrasi  yang  dibutuhkan  di  tingkat  atasnya  maka  oknum  di  Pemda  jadi  bagian
              sindikat," tambahnya.


              Benny menyebut PMI ilegal dijanjikan hal tertentu ketika berangkat. Namun, dia mengatakan
              mereka nantinya sulit mendapatkan pengawasan dari negara.

              "Yang pasti mereka dijanjikan berangkat dengan cara cepat. Tapi risikonya mereka berangkat
              di luar kontrol perlindungan negara karena nama dan negara mereka bekerja, apa pekerjaan itu
              tidak terdeteksi dalam sistem kita," jelas Benny.

              Sebelumnya diberitakan, Benny Rhamdani melaporkan kasus penipuan yang mencatut namanya
              dan  staf    BP2MI    ke  Polda  Metro  Jaya.  Penipuan  diketahui  setelah  dirinya  melakukan
              penggerebekan terhadap perusahaan penyalur PMI akhir pekan lalu.
              Ia mengungkap, ada oknum mencatut namanya kepada 2 perusahaan penyalur PMI yang ia
              gerebek. Akibat penipuan itu, kata Benny, 2 perusahaan akan menyalurkan PMI secara ilegal.

              Benny  mengatakan,  penipu  itu  telah  berhasil  meminta  uang  sebesar  30  juta  kepada  pihak
              perusahaan yang ia grebek tersebut. Pihak perusahaan juga telah memiliki bukti transfer dan
              nomor telepon yang digunakan si penipu dengan mengatasnamakan Kepala BP2MI.

              "BP2MI tidak pernah gentar menghadapi perlawanan dari pihak-pihak yang tidak sejalan dengan
              kebijakan BP2MI. Saat ini genderang perang sindikasi pengiriman PMI secara non prosedural
              telah ditabuh, BP2MI akan laksanakan tanpa pandang bulu dengan siapa yang di belakang para
              sindikasi tersebut," tegas Benny.

              (elz/ear)
                                                           244
   240   241   242   243   244   245   246   247   248   249   250