Page 244 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 JULI 2020
P. 244
Judul BP2MI Ungkap Sindikat Pemberangkatan PMI Ilegal, Oknum Aparat
Hingga Pemda
Nama Media detik.com
Newstrend PMI Ilegal
Halaman/URL https://news.detik.com/berita/5103450/bp2mi-ungkap-sindikat-
pemberangkatan-pmi-ilegal-oknum-aparat-hingga-pemda
Jurnalis redaksi
Tanggal 2020-07-22 13:52:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen Binapenta
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Narasumber
negative - Benny Rhamdani (Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia) Bagaimana
mereka meng-handling di bandara dan pelabuhan untuk PMI diberangkatkan, tidak lengkapnya
persyaratan akan diurus oleh pihak yang meng-handling mereka adalah oknum yang bisa saya
katakan oknum TNI, polisi, dan imigrasi. Ini adalah jaringan yang sangat terorganisir dengan
kerja sistematis
negative - Benny Rhamdani (Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia) Modus
operandinya kita sudah paham peran siapa, melakukan apa, fakta di lapangan kita juga paham.
Ada calo yang beroperasi di level bawah kepada masyarakat di desa menjanjikan pekerjaan
nyaman dan gaji besar
neutral - Benny Rhamdani (Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia) Oknum kepala
desa memainkan memanipulasi dokumen awal apakah KTP atau surat jalan. Jika ada
administrasi yang dibutuhkan di tingkat atasnya maka oknum di Pemda jadi bagian sindikat
negative - Benny Rhamdani (Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia) Yang pasti
mereka dijanjikan berangkat dengan cara cepat. Tapi risikonya mereka berangkat di luar kontrol
perlindungan negara karena nama dan negara mereka bekerja, apa pekerjaan itu tidak
terdeteksi dalam sistem kita
negative - Benny Rhamdani (Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia) BP2MI tidak
pernah gentar menghadapi perlawanan dari pihak-pihak yang tidak sejalan dengan kebijakan
BP2MI. Saat ini genderang perang sindikasi pengiriman PMI secara non prosedural telah
ditabuh, BP2MI akan laksanakan tanpa pandang bulu dengan siapa yang di belakang para
sindikasi tersebut
243

