Page 27 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 JULI 2020
P. 27
AKSES KERJA DIPERKUAT
JAKARTA --- Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) terus
bergerak mencari solusi atas melambatnya perekonomian akibat pandemi Covid-19. Komite kali
ini berupaya memperkuat program di bidang ketena-gakerja an.
Semenjak dibentuk pada Senin (20/7), komite telah menggelar dua kali rapat. Rapat pertama
digelar Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 Erick Thohir bersama Kepala Satgas
Penanganan Covid-19 Doni Monardo dan Kepala Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi
Nasional Budi Gunadi Sadikin. Sedangkan rapat kedua digelar pada Selasa (21/7) oleh Menko
Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebagai ketua komite. Adapun yang dibahas dalam
rapat besar itu adalah stimulus fiskal hingga penyerapan anggaran Covid-19.
Erick sebagai ketua pelaksana saat ini sedang berupaya memperkuat sinergi dengan
kementerian dan lembaga dalam menangani Covid-19 dan memulihkan ekonomi. Sinergi salah
satunya dijalin dengan Kementerian Ketenagakerja an (Kemenaker) terkait pembukaan
kesempatan lapangan kerja serta bantuan kepada pekerja formal dan informal.
Sektor ketenagakerjaan memang perlu menjadi salah satu hal yang diperhatikan. Apalagi,
pandemi Co-vid-19 telah menyebabkan banyak pekerja kehilangan pekerjaan.
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), dampak Covid-19 pada ketenagakerja an balikan sudah
terlihat pada Februari 2020 atau sebelum Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan
status pandemi Covid-19 pada Maret.
Dampak itu utamanya terlihat pada pekerja di beberapa provinsi destinasi wisata. Beberapa
tempat yang menjadi tujuan berwisata mengalami kenaikan tingkat pengangguran terbuka
(TPT) pada Februari 2020 dibandingkan Februari 2019. Adapun jumlah pengangguran per
Februari secara keseluruhan bertambah 60 ribu orang menjadi 6,88 juta orang dibandingkan
Februari 2019.
Erick yang juga menjabat sebagai menteri BUMN pada Rabu (22/7) melakukan
penandatanganan nota kesepahaman dengan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah di kantor
Kemenaker, Jakarta. Kerja sama tersebut berupa pelatihan kerja dan penempatan tenaga kerja
penyandang disabilitas pada perusahaan BUMN. Erick mengaku sangat mengharapkan
dukungan Menaker Ida Fauziyah dalam program pemulihan ekonomi nasional. "Karena ini
bagian yang harus kita lakukan secara bersama, tidak secara ego sektoral, karena tidak ada
artinya komite yang dibentuk presiden tanpa dukungan para menteri," kata Erick.
Erick menegaskan, Kementerian BUMN memiliki komitmen untuk memberikan kesempatan kerja
bagi penyandang disabilitas. Ia mengatakan, hal ini juga menjadi komitmen dari Presiden .loko
Widodo (Jokowi). Pada tahun ini, kata Erick, sudah ada sebanyak 178 penyandang disabilitas
yang telah direkrut untuk bekerja di BUMN. Erick mengatakan, penyerapan tenaga kerja,
termasuk bagi para penyandang disabilitas, harus terus berjalan di tengah kondisi pandemi saat
ini. "Kita harus memberikan kesempatan yang sama kepada saudara-saudara kita yang butuh
perhatian khusus," ujar Erick.
Nota kesepahaman dibuat agar kedua kementerian mempunyai komitmen bersama dalam
meningkatkan akses pemenuhan hak pekerja bagi penyandang disabilitas. Salah satunya melalui
pelatihan dan penempatan tenaga kerja penyandang disabilitas di lingkungan BUMN.
Selain itu, kementerian juga menyelenggarakan pelatihan kerja bagi tenaga kerja penyandang
disabilitas yang kompetensinya akan ditingkatkan secara bersama-sama dengan peserta
pelatihan kerja lainnya.
26

