Page 28 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 JULI 2020
P. 28

"Bahkan, jika ada penyandang disabilitas yang punya potensi berwirausaha, BUMN juga akan
              mendukung  demi perluasan kesempatan kerja. Hal yang pasti, akan ada perlakuan yang sama
              dengan rekan pekerja  lainnya yang non-disabilitas," kata Erick.

              Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziyah  berharap  sinergi  ini  mampu  mendorong  peningkatan
              penyerapan tenaga kerja  penyandang disabilitas di BUMN.

              Berdasarkan data Kemenaker pada 2019, kata Ida, jumlah tenaga kerja penyandang disabilitas
              di BUMN dan swasta terus mengalami peningkatan, yakni sebanyak 4.537 pekerja  pada 2018
              dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebanyak 4.286 pekerja.

              Meski  begitu,  Ida  menilai  catatan  tersebut  masih  relatif  jauh  dari  total  jumlah  penyandang
              disabilitas yang ada. Mengambil data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2019, Ida menyebut
              jumlah penduduk usia kerja penyandang disabilitas tercatat sebesar 20,9 juta jiwa dan angkatan
              kerja  penyandang  disabilitas  sebanyak  10,19  juta  jiwa  Sementara,  jumlah  penyandang
              disabilitas  yang  bekerja  hanya  9,91  juta  jiwa  dengan  jumlah  pengangguran  terbuka  dari
              penyandang disabilitas sebanyak 289 ribu orang.

              Upah  yang  diterima  penyandang  disabilitas  pun  relatif  lebih  rendah  dari  tenaga  kerja  non-
              disabilitas. Tingkat pengangguran terbuka penyandang disabilitas berat juga relatif lebih tinggi.

              "Hal  ini  menunjukkan  kita  semua  masih  memiliki  pekerjaan  rumah  yang  besar  untuk
              menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan dapat menberdayakan penyandang disabilitas,"
              ucap Ida.

              Ketua  Umum  Perkumpulan  Penyandang  Disabilitas  Fisik  Indonesia  (PPDFI)  Mahmud  Fasa
              menyambut baik adanya MoU antara Kementerian BUMN dan Kemenaker. Namun, Mahmud
              mengatakan, pemerintah perlu memberikan jaminan dan tempat untuk mengadu ketika hak-
              hak penyandang disabilitas di tempat kerja nya belum terpenuhi.

              "Cuma  saya  cemas  karena  sampai  sekarang  enggak  ada  dewan  pengawas.  Kalau  ada  di
              lapangan bermasalah, ke mana kita mengadu?" kata Mahmud kepada Republika, kemarin.

              Menurut Mahmud, pekerja disabilitas sering menghadapi kendala di lapangan, utamanya soal
              aturan penerimaan pekerja  difabel dan aksesibilitas.
              ed: sat re kart ika y udha





























                                                           27
   23   24   25   26   27   28   29   30   31   32   33