Page 295 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 JULI 2020
P. 295

Menurut Erick, Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian BUMN terus bersinergi untuk
              memastikan bahwa tidak hanya fasilitas namun juga keberpihakan kepada para tenaga kerja
              penyandang disabilitas.

              "Kita  harus  memberikan  kesempatan  yang  sama  kepada  saudara-saudara  kita  yang
              membutuhkan, dan saya rasa komitmen tersebut sudah berjalan di BUMN di mana pada tahun
              ini kita sudah merekrut 178 (pekerja disabilitas) dan ini bagian dari komitmen dua persen,"
              katanya.
              Dalam kesempatan sama, Menaker Ida Fauziyah berharap BUMN sebagai salah satu penggerak
              roda    perekonomian    nasional,   eksistensinya   dibutuhkan    untuk   mencapai    tujuan
              menyejahterakan rakyat.

              "Kenapa kami mendorong MoU ini dilaksanakan pada hari ini, karena dalam kondisi yang normal
              saja  teman-teman  disabilitas  mengalami  banyak  kesulitan  apalagi  dalam  kondisi  yang  sulit
              seperti ini," ujar Ida Fauziyah.

              Acara penandatanganan tersebut dihadiri oleh Staf Khusus Presiden Angkie Yudistia dan Diaz
              Hendropriyono, pengurus Forum Human Capital Indonesia serta sejumlah pejabat tinggi terkait
              dari Kementerian BUMN dan Kementerian Tenaga Kerja. Acara tersebut juga disaksikan oleh
              105  BUMN  secara  daring.  Acara  penandatangan  tersebut  kemudian  dilanjutkan  dengan
              peluncuran  Layanan  Informasi  Ketenagakerjaan  Disabilitas  atau  Linkabilitas  di  Kementerian
              Tenaga Kerja.

              Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2019 tercatat jumlah penduduk usia kerja
              penyandang disabilitas mencapai 20,98 juta orang dan angkatan kerja penyandang disabilitas
              sebanyak 10,19 juta orang. Sedangkan jumlah penyandang disabilitas yang bekerja sebanyak
              9,91 juta orang dan pengangguran terbuka penyandang disabilitas sebesar 289.407 orang.

              Sesuai  amanat  dalam  UU  Nomor  8  Tahun  2016,  khususnya  terkait  Pasal  53  ayat  (1)
              menyebutkan bahwa Pemerintah, Pemerintah Daerah, Badan Usaha Milik Negara, dan Badan
              Usaha Milik Daerah wajib mempekerjakan paling sedikit 2 persen penyandang disabilitas dari
              jumlah pegawai atau pekerja.

              Berdasarkan  UU  Nomor  8  Tahun  2016  tersebut,  pemerintah  menjamin  pemenuhan  dan
              kesamaan  hak  bagi  para  penyandang  disabilitas  untuk  mendapatkan pekerjaan  yang  sesuai
              dengan minat, bakat dan kemampuan atau keterampilannya. (*).




























                                                           294
   290   291   292   293   294   295   296   297   298   299   300