Page 297 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 JULI 2020
P. 297

"Kami akan mengirimkan surat ke DPR RI Dapil Kalsel untuk mempertanyakan sikapnya. Apakah
              mereka berpihak pada rakyat yang memilihnya atau justru pada undang-undang pro investasi,"
              ujar  koordinator  FRI  Kalsel,  Ricky,  saat  konferensi  pers  di  Kantor  Walhi  Kalsel  Banjarbaru,
              kemarin.

              Selain  DPR,  surat  juga  ditujukan  pada  DPD  RI.  Menurut  FRI,  DPD  juga  berwenang  dalam
              membahas  sebuah  undang-undang.  Meski  salah  satu  senator  Kalsel,  Abdurrahman  Bahsyim
              atau  Habib  Banua  telah  menanggapi  tuntutan FRI  saat  audiensi  virtual,  namun  belum  jelas
              apakah dia juga ikut menolak Omnibuslaw ini.

              "Pernyataan senator kita cenderung normatif, tidak jelas apakah dia menolak atau menerima
              RUU Cipta Kerja, dia hanya bilang harus dikaji dulu, kalau baik diterima kalau tidak baik ditolak"
              ucap  perwakilan  Organisasi  Mahasiswa  Universitas  Islam  Kalimantan  Muhammad  Arsyad  A1
              Banjari Banjarmasin, Wira Surya Wibawa menambahkan.

              Jika dalam waktu yang telah ditentukan DPR RI dan DPD RI wakil Kalsel tidak juga menyatakan
              sikap konkrit secara tertulis terhadap Omnibuslaw, maka FRI akan menyampaikan mosi tidak
              percaya  dan  mosi  salah  pilih  wakil  rakyat.  Selain  itu  mereka  juga  menyatakan  akan  terus
              melakukan aksi-aksi sampai Omnibuslaw digagalkan.

              Menurut mereka masyarakat luas dari berbagai kalangan juga harus ikut menolak karena RUU
              ini akan berdampak pada banyak orang. Senada, Kisworo Dwi Cahyono selaku Direktur Eksekutif
              Walhi Kalsel mempertanyakan keputusan DPR RI yang membahas RUU Omnibuslaw di tengah
              pandemi Covid-19.

              "Kita di Kalsel harus menolak RUU Omnibus Law ini, kita lihat akhir-akhir ini hujan sebentar bisa
              banjir  clan  jika  kemarau  akan  memicu  Karhutla  dan  asap.  Penguasaan  ruang  oleh  sektor
              tambang dan sawit di Kalsel yang hampir 50 persen dari total luas wilayah 3,7 juta hektar juga
              akan menambah potensi bencana ekologis" terangnya.

              Kis sapaan akrab Kisworo, juga menambahkan bahwa yang lebih mendesak untuk disahkan
              ialah RUU Masyarakat Adat yang sudah lama didorong lembaga masyarakat sipil untuk disahkan.
              Di Kalsel ada sekitar 52 komunitas atau balai adat dan ada kurang lebih 250.000 hektar wilayah
              adat yang telah dipetakan jaringan masyarakat adat dan koalisi Non Governmental Organization
              (NCO).

              Himpunan petani kopi Borneo juga turut menyuarakan pendapat yang sama. RUU ini dinilai
              bukan  hanya  memberi  dampak  negatif  kepada  tenaga  kerja,  lingkungan,  mahasiswa,
              pendidikan, perempuan, dan masyarakat adat, tetapi juga kaum petani.

              Terdapat beberapa pasal krusial yang memberi dampak terhadap aktivitas pertanian di daerah
              yaitu pasal 22 tentang perijinan pengolahan bahan pangan. Serta pasal 33 tentang penyetaraan
              bahan pangan impor.

              "Hal ini yang akan mendiskriminasi petani kecil karena dipaksa bersaing dengan industri besar
              dan prosesnya harus Iangsung ke pemerintah pusat," ucap perwakilan Himpunan petani kopi
              Borneo, Dwi menjelaskan.

              Beberapa tuntutan lainnya, tak luput mereka ajukan sebagai sikap tegas penolakan terharap
              RUU ini. Di antaranya seperti penghapusan sertifikasi halal produk, adanya pasal-pasal yang
              tidak  menjamin  keamanan  terhadap  pekerja  perempuan  serta  menghilangkan  hak-hak
              maternitas bagi pekerja perempuan, hingga penilaian draf RUU yang dianggap cacat prosedur
              dan tidak partisipatif.

              Editor: Syarif.

                                                           296
   292   293   294   295   296   297   298   299   300   301   302