Page 335 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 JULI 2020
P. 335
1,6 JUTA ALAT KESEHATAN PRODUKSI BLK DIBAGIKAN GRATIS
LEMBANG -Sebanyak 1,6 juta produk alat kesehatan (Alkes) guna keperluan pandemi Covid-
19, hasil peserta pelatihan Balai Latihan Kerja (BLK) di seluruh Indonesia dibagikan gratis.
Hasil karya BLK di Seluruh Indonesia itu didistribusikan secara gratis ke Gugus Tugas, Rumah
Sakit, Lembaga-lembaga keagamaan maupun lembaga non keagamaan.
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah saat menyerahkan alat kesehatan mengatakan, sejak
merebaknya pandemi Covid-19, Kementerian Ketenagakerjaan gencar melakukan program
tanggap Covid-19 dengan mengoptimalkan fungsi BLK.
Sebanyak 8.876 peserta pelatihan di seluruh BLK dikerahkan membuat alat kesehatan yang
diperlukan masyarakat mencegah penularan Covid-19. "Pembuatan alat kesehatan ini
melibatkan 23 BLK UPTP, 71 BLK UPTD, dan 10 BLK Komunitas yang tersebar di seluruh wilayah
Indonesia sejak bulan Maret 2020 dan rencananya akan berakhir di bulan Juli 2020," paparnya.
Hasil dari kegiatan pelatihan telah menghasilkan sebanyak 1,5 juta masker, 47 ribu APD, 50 ribu
handsanitizer, 26 ribu face shield, dan 1.116 wastafel. "Program aksi ini adalah bentuk dukungan
dalam mencegah penyebaran Covid-19. Aksi ini melibatkan BLK pusat (UPTP), BLK pemerintah
daerah (UPTD), BLK Komunitas, dan Balai Pengembangan Produktivitas (BPP)," paparnya.
Diketahui di Indonesia ada BBPLK Semarang beserta 21 BLK binaan; BBPLK Medan (14 BLK
binaan); BBPLK Bandung (12 BLK binaan); BBPLK Serang (13 BLK binaan); BBPLK Bekasi (15
BLK); BLK Banda Aceh (10 BLK binaan); BLK Padang (11 BLK binaan); BLK Surakarta (8 BLK
binaan); BLK Makassar (17 BLK binaan); BLK Samarinda (2 BLK binaan); BLK Banyuwangi; BLK
Lombok Timur (6 BLK binaan); BLK Sorong (4 BLK binaan); BLK Ambon (2 BLK binaan); BLK
Kendari (3 BLK binaan); BLK Ternate (1 BLK); BLK Belitung, dan BBPP Bekasi dan BPP Kendari.
Masing - masing BLK ditugaskan produk alat kesehatan berbeda. Ada 9 BLK dan BPP pusat
ditugaskan untuk memproduksi hand sanitizer. Yaitu BBPLK Medan, BBPLK Semarang, BLK
Makassar, BLK Banda Aceh, BLK Kendari, BLK Lembang, BLK Padang, BLK Belitung, dan BPP
Kendari.
Selain itu, 6 BLK pusat dan 4 BLK daerah bertugas memproduksi bilik desinfektan. Yaitu BBPLK
Bekasi, BLK Surakarta, BLKPP DIY, BLK Padang, BLK Makassar, BLK Gorontalo, BLK Takalar, BLK
Majene, BLK Samarinda, dan BBPLK Bandung.
Sedangkan baju APD yang diproduksi oleh 8 BLK pusat, yaitu BBPLK Semarang, BLK
Banyuwangi, BLK Makassar, BLK Ambon, BLK Surakarta, BLK Padang, BLK Kendari, dan BLK
Samarinda. Pembuatan wastafel dengan sistem infus diproduksi oleh 1 BLK pusat, yaitu BLK
Lembang. Adapun secara khusus, BLK Padang juga telah memproduksi peti Covid dan shield
antidroplet.
Menaker Ida Fauziyah berharap alat-alat pencegahan penyebaran Covid-19 yang diproduksi BLK
ini memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat yang membutuhkan. "Ini adalah bagian
dari upaya kita semua untuk bersama-sama melawan Covid -19," kata Ida.
Sementara itu, kepala BLK Lembang Tuti Haryanti mengatakan, wastafel portable sistem inpus
dan hand sanitizer hasil pelatihan BLK Lembang, disumbangkan kepada 5 pesantren yang ada
di kabupaten Garut Jawa Barat. "Pada kesempatan ini menyerahkan BLK Lembang menyerahkan
10 wastafel kepada 5 pesantren di Garut dan 400 hand sanitizer," Kata Tuti.
Menurut Tuti, Pondok Pesantren merupakan tempat yang memiliki interaksi sosial lebih banyak
karena banyak santri, dan sebagai pusat pengembangan SDM disekirtarnya. "Semoga bantuan
334

