Page 340 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 JULI 2020
P. 340
PERUSAHAAN SIAP BAYAR GAJI KARYAWAN
Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Garut memastikan
perusahaan perkebunan PT Condong akan memenuhi kewajiban membayarkan gaji ribuan
pekerjanya selama tiga bulan yang totalnya mencapai Rp 5,1 miliar.
"Hasil pertemuan tadi ada titik temu akan dibayarkan hak atau upah pegawai oleh PT Condong,"
kata Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Disnakertrans Garut Ricky Rizky
Darajat usai mediasi antara pegawai dengan PT Condong di Garut Selasa (21/7). la menuturkan
dalam pertemuan itu hadir perwakilan dari pekerja dan manajemen PT Condong yang
menyampaikan perusahaan sudah mulai berbenah agar kembali pulih.
Perusahaan, kata Ricky, berjanji akan membayarkan upah pegawai pada Oktober 2020, karena
pada bulan itu berdasarkan hasil prediksi perkebunan sawit sudah mulai panen. "Akan
dibayarkan jika kondisi keuangan sudah membaik dan diperkirakan kondisi sawit akan membaik
atau panen lagi bulan Oktober," terangnya.
Ia menyampaikan perusahaan pun sudah menunjukkan hal yang baik, yaitu telah mampu
membayar upah pegawainya untuk bulan Mei dan Juni. "Kemarin ada pembayaran yang
sebelumnya belum dibayar, jadi akan dibayar nanti secara bertahap," ujarnya.
Perwakilan dari PT Condong Undang Kadarisman membenarkan perusahaan sedang berupaya
memenuhi hak upah pegawai yang selama tiga bulan yakni Februari, Maret dan April dengan
target pembayaran pada Oktober 2020.
Ia mengungkapkan kewajiban PT Condong untuk memenuhi hak pegawainya sebesar Rp 1,7
miliar per bulan atau Rp 5,1 miliar untuk menyelesaikan semua upah pegawai.
Ia mengungkapkan, saat ini perusahaan berusaha untuk tetap bertahan meski kondisinya
sedang tidak sehat dan berharap perusahaan perkebunan di sektor sawit dan karet dapat
kembali normal.
"Kita tetap bertahan meski masih sakit, kita berusaha untuk bangkit kembali," katanya.
Ia menambahkan sebelumnya tidak mampu membayar gaji pegawai karena dampak wabah
Covid-19 sejak Februari, kemudian dampaknya lebih parah pada Maret, April dan Mei. "Dampak
Covid-19 sangat terasa, makanya pada Februari tidak bayar gaji, kami kesulitan sedangkan
karyawan kami harus dibayar. Alhamdulillah sekarang normal baru ditambah manajemen baru,"
paparnya, (yna)
339

