Page 343 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 JULI 2020
P. 343

PERKERJA YANG TERKENA PHK JADI PRIORITAS KEMENAKER

              Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Indonesia (BBPLK1) Serang mendapatkan kunjungan
              dari Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah. Dalam kunjungan tersebut, Ida meminta
              kepada BBPLKI Serang agar memprioritaskan pekerja yang terkena PHK akibat Covid-19.

              Menaker Ida Fauziyah mengatakan, berbagai upaya dilalaikan oleh pemerintah untuk mengatasi
              dampak  Covid-19,  khususnya  angka  pengangguran  yang  semakin  meningkat.  "Untuk
              mengatasinya,  seluruh  program  dan  kegiatan  di  Kemenaker  kami  arahkan  untuk
              memberdayakan yang terkena PKH atau pun dirumahkan," ujarnya di BBPLKI Banten, Selasa
              (21/7).

              Ia  mencontohkan  beberapa  program  yang  diarahkan  untuk  memberdayakan  pekerja  yang
              terkena PHK dan dirumahkan. Diantaranya yakni program padat karya produktif, padat karya
              infrastruktur dan Tenaga Kerja Mandiri (TKM).

              "Semua program dan kegiatan diarahkan kepada mereka, pekerja yang terkena PHK. Termasuk
              juga program kartu pra kerja untuk meningkatkan kompetensi dan pemberian insentif serta
              social safety net yang diberikan oleh pemerintah," tuturnya.

              Selain itu, ia juga berharap BBPLK Serang dapat membantu menurunkan angka pengangguran
              di Banten pada umumnya dan Kota Serang khususnya. "Karena kami memiliki BPLK Serang,
              kami pun berharap ikut menurunkan angka pengangguran di Serang dengan cara memberikan
              pelatihan untuk peningkatan kompetensi mereka," ucapnya

              Ida  mengatakan,  ketenagakerjaan  di  Indonesia  masih  menjadi  masalah  yang  belum
              tertuntaskan.  Namun,  ia  mengklaim  bahwa  tingkat  pengangguran  tahun  ini  menurun
              dibandingkan

              dengan data pada tahun lalu.
              "Tahun kemarin itu sekitar 7 juta pengangguran, tahun ini turun menjadi 6.8 juta. Tapi selama
              Covid-19  naik  sekitar  1,7  juta  pengangguran  akibat  PHK  dan  presiden  meminta  untuk
              memprioritaskan 1.7 juta tersebut," katanya.

              Melalui BBPLK, Ida mengatakan bahwa peserta dapat disalurkan dan diterima di pasar kerja
              Indonesia, sehingga angka pengangguran pun dapat diatasi. "Dengan mengikuti pelatihan, 100
              persen peserta bisa diterima di tempat kerja sesuai dengan jurusannya. Kalau ingin menekan
              pengangguran,  mau  tidak  mau  pelatihan  pun  diarahkan  untuk  menjawab  kebutuhan  pasar
              kerja," tuturnya.

              Sementara,  Walikota  Serang,  Syafrudin,  mengatakan  bahwa  pihaknya  akan  melakukan
              kerjasama  dengan  BBPLKI  untuk  menyerap  tenaga  kerja  sekaligus  peningkatan  kompetensi
              kemampuan yang dimiliki.

              "Tentu, kami pun menyambut baik dengan adanya pembukaan pelatihan ini. Dan kami pun akan
              melakukan kerjasama dengan BBPLK," ucapnya.

              Meski demikian, Syafrudin tidak mengetahui pasti berapa angka pengangguran di Kota Serang.
              Berdasarkan perkiraannya, pengangguran Kota Serang hanya 4 persen dari pengangguran di
              Provinsi Banten.

              "Tapi  yang  jelas  Kota  Serang  itu  hanya  4  persen  saja  angka  penganggurannya  di  Provinsi
              Banten. Jadi Kota Serang itu lebih baik daripada kabupaten dan kota lain di Banten. Namun
              angka penganggurannya saya tidak


                                                           342
   338   339   340   341   342   343   344   345   346   347   348