Page 103 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2019
P. 103

Harusnya menjadi pegangan bagi Pelindo II dan Kementerian BUMN bahwa
               keberadaan PT JAI merupakan bisnis support bagi Pelindo II/IPC ketimbang
               mengejar profit bagi JAI. Sebab keberadaan PT JAI teramat penting bagi kelancaran
               arus logistik bagi negeri ini. Maka perlu menjadi perhatian bagi pemegang saham
               bahwa direksi PT JAI harus diyakini adalah mereka yang punya latar belakang dan
               kemampuan yang kuat terkait keberadaan JAI.

               "Termasuk profesi kepanduan, sehingga bisa menghayati dengan tepat peran dan

               keberadaan JAI sebagai tiang penyangga IPC atau Pelindo II," pungkasnya.
               Sementara itu, Ekonom Konstitusi Defiyan Corimenilai, aksi stop operasi ini jelas
               mengganggu pelayanan pemanduan kapal yang akan masuk-keluar di Terminal
               paling sibuk di Indonesia dalam rangka melayani pengangkutan logistik hajat hidup
               orang banyak. Baik yang diekspor maupun impor berbagai komponen produk-
               produk industri yang dibutuhkan produsen di dalam negeri.

               Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran pada Pasal
               1 ayat 1 disebutkan bahwa, Pelayaran adalah satu kesatuan sistem yang terdiri atas
               angkutan di perairan, kepelabuhanan, keselamatan dan keamanan, serta
               perlindungan lingkungan maritim.

               Sedangkan ayat 48 menyatakan bahwa Pemanduan adalah kegiatan pandu dalam
               membantu, memberikan saran, dan informasi kepada Nakhoda tentang keadaan

               perairan setempat yang penting agar navigasi-pelayaran dapat dilaksanakan dengan
               selamat, tertib, dan lancar demi keselamatan kapal dan lingkungan. Dengan adanya
               aksi stop operasi oleh seluruh kru kapal pandu tersebut, maka sesuai UU No. 17
               Tahun 2008 tersebut jelas akan berakibat pada kelancaran pemberian informasi,
               saran pemanduan kapal untuk ketertiban, kelancaran dan keselamatan kapal dan
               lingkungan di area pelabuhan.

               "Dampaknya tentu saja akan mengganggu stabilitas kegiatan perekonomian
               nasional mencapai pertumbuhan ekonomi dalam suatu periode. Apalagi jika aksi ini
               sampai terjadi di pelabuhan lainnya di Indonesia," jelasnya.


               Mengacu pada data yang dipublikasikan oleh Asosiasi Tenaga Pemanduan Kapal
               Indonesia (Indonesia Maritime Pilots Association/Inampa), kalau 200 kapal bisa
               dipandu di pelabuhan atau selat di perairan laut Indonesia bisa mengantongi
               pendapatan Rp 1,4 Triliun per tahun. Atau Rp 116 Milyar per bulan dan hasil harian
               kurang lebih mencapai Rp 464 Juta. "Dengan adanya kegiatan aksi stop operasi oleh
               kru pelabuhan itu, maka tentu saja terdapat kehilangan potensi pendapatan per
               hari," pungkasnya. (dai).



                                                      Page 102 of 180.
   98   99   100   101   102   103   104   105   106   107   108