Page 98 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2019
P. 98
Yuli Adiratna menjelaskan keempat PMI yang bekerja sebagai penata laksana rumah
tangga itu bekerja tidak lebih dari tiga bulan sebelum melarikan diri ke KBRI di
Singapura karena pekerjaan yang dianggapnya terlalu berat.
Terkait kasus tersebut, Yuli mengatakan Kemnaker telah meminta
pertanggungjawaban kepada Perusahaan Penempatan PMI (P3MI) untuk
menyelesaikan permasalahan tersebut dan memulangkan pekerja migran tersebut
ke kampung halamannya.
Pemulangan ke empat pekerja migran tersebut ke kampung halamannya akan
dilaksanakan dalam beberapa hari ke depan.
"Gaji dan hak-hakya dipastikan sudah dibayarkan dan pekerja migran tidak akan
dibebankan biaya apapun termasuk ganti rugi oleh pihak P3MI, agensi ataupun
majikan karena tidak dapat menyelesaikan kontraknya, " kata dia.
Direktur Penempatan dan Perlindungan TKLN Kemenaker Eva Trisiana menegaskan
pihaknya akan memberikan sanksi tegas terhadap P3MI tersebut, atas perbuatannya
menempatkan PMI secara non prosedural.
"Termasuk berkoordinasi dengan pengawas ketenagakerjaan dan kepolisian apabila
terbukti ada pelanggaran pidananya, " kata dia.
Eva mengimbau agar PMI tidak mudah terbujuk sponsor atau pihak manapun yang
menjanjikan bekerja ke luar negeri dengan proses yang cepat dan tanpa melalui
prosedur secara benar.
"Pekerja migran yang berangkat secara prosedural dan memiliki kompetensi akan
memberikan kepastian pelindungan terhadap mereka. Secara khusus saya
mengingatkan kepada seluruh PPTKIS/P3MI untuk mematuhi prosedur dan regulasi
dalam penempatan PMI-nya tanpa kecuali, " kata dia.
Page 97 of 180.

