Page 119 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2019
P. 119
Title TERANCAM HUKUMAN MATI DI ARAB, ASN PEMPROV JABAR GALANG RP 1 M UNTUK BAYAR
DIYAT TKI MAJALENGKA
Media Name jabar.tribunnews.com
Pub. Date 13 Juli 2019
Page/URL https://jabar.tribunnews.com/2019/07/13/terancam-hukuman-mati-di-arab- asn-
pemprov-jabar-galang-rp-1-m-untuk-bayar-diyat-tki-majalengka
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG
- Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah berupaya semaksimal mungkin turut
membebaskan Ety binti Toyyib Anwar, tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten
Majalengka , dari ancaman hukuman mati atau qisas.
Diketahui, pada 2001 Ety bekerja di Kota Taif, Arab Saudi dan dipenjara karena
disangka meracuni majikannya. Selama hampir 19 tahun penantian, Ety terus
dibayangi hukuman mati .
Menurut Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, pada Mei 2019, ia mendapat laporan
dari Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi telah menerima surat dari
Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) untuk Jeddah perihal penggalangan
dana diyat untuk membebaskan Ety dari hukuman mati .
"KJRI berkoordinasi dengan Lajnah Awfu Taif untuk memastikan dana diyat buat Ety
yang ditransfer Pemerintah via KBRI Riyadh telah masuk ke penanggung jawab
rekening di sana, yaitu kantor gubernur Riyadh," tutur Emil, sapaan akrab Ridwan
Kamil, Jumat (12/7/2019).
Keluarga korban tersebut mengajukan uang tebusan atau dana diyat kepada hakim
yang mengadili Ety. Awalnya, lanjut Emil, hakim memutuskan dana diyat sebesar 30
juta riyal. Namun setelah melalui proses panjang, diyat turun menjadi 5 juta riyal.
"Dan setelah dinegosiasikan lagi disepakati diyat 4 juta riyal," sebut Emil.
Emil menceritakan, sejak kesepakatan itu, KJRI berupaya menggalang dana untuk
membayar diyat 4 juta riyal atau sekitar Rp 15,2 miliar. Pemerintah berpacu dengan
waktu, karena jika dana diyat tersebut tidak terpenuhi maka Ety akan dihukum mati.
Page 118 of 180.

