Page 122 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2019
P. 122
Pekerjaan itu tentu sangat berisiko terjadi kecelakaan kerja, seperti digigit ular
ganas, jatuh dari pohon juga tersengat binatang lebah.
Karena itu, masyarakat Badui sangat mendukung BPJS Ketenagakerjaan dan tidak
menolak program yang digulirkan pemerintah tersebut.
"Kami hari ini sebanyak 100 orang warga Badui masuk peserta BPJS
Ketenagakerjaan," katanya menjelaskan.
Ia mengajak seluruh masyarakat Badui baik di permukiman masyarakat Badui Luar
juga di permukiman masyarakat Badui Dalam menjadi peserta BPJS
Ketenagakerjaan.
Sebab, program BPJS Ketenagakerjaan sangat bermanfaat bagi masyarakat Badui.
Pihaknya akan menyosialisasikan kepada masyarakat Badui yang tinggal di 65
perkampungan masyarakat Badui Luar dan tiga perkampungan masyarakat Badui
Dalam.
Namun, pihaknya secara bertahap masyarakat Badui menjadi peserta BPJS
Ketenagakerjaan dengan alasan belum semua warga Badui memiliki identitas KTP.
Sedangkan, persyaratan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan harus dilengkapi
KTP sebagai syarat administrasi.
Direktur Umum BPJS Ketenagakerjaan Naufal Madfuz mengatakan tujuan BPJS
Ketenagakerjaan itu untuk sosialisasi dan kunjungan kerja ke masyarakat Badui,
karena warga Badui juga bagian Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Oleh karena itu, BPJS Ketenagakerjaan memiliki kewajiban untuk memberikan
perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan khususnya bagi pekerja.
Masyarakat Badui Luar dan masyarakat Badui Dalam juga pekerja sehingga wajib
memberikan perlindungan kematian, kecelakaan kerja dan hari tua.
"Kami mengapresiasi beberapa warga Badui menjadi peserta BPJS
Ketenagakerjaan," katanya menjelaskan.
Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Banten, Eko Nugriyanto
mengharapkan seluruh masyarakat Badui Luar dan masyarakat Badui Dalam masuk
Page 121 of 180.

