Page 137 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2019
P. 137

Title          BANTU ETY BEBAS DARI HUKUMAN MATI, PEMPROV JABAR GALANG DANA
               Media Name     harianjogja.com
               Pub. Date      13 Juli 2019
                              https://news.harianjogja.com/read/2019/07/13/500/1005356/bantu-ety-beb as-dari-
               Page/URL
                              hukuman-mati-pemprov-jabar-galang-dana-
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive














               Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat telah berupaya semaksimal mungkin
               turut membebaskan Ety binti Toyyib Anwar, tenaga kerja Indonesia (TKI) asal
               Kabupaten Majalengka, dari ancaman hukuman mati atau qisas.

               Diketahui, pada 2001 Ety bekerja di Kota Taif, Arab Saudi dan dipenjara karena
               disangka meracuni majikannya, Faisal al - Ghamdi. Selama hampir 19 tahun
               penantian, Ety terus dibayangi hukuman mati.

               Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan pada Mei 2019 dirinya mendapat
               laporan dari Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi telah menerima surat dari
               Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) untuk Jeddah perihal penggalangan

               dana diyat untuk membebaskan Ety dari hukuman mati.

               "KJRI berkoordinasi dengan Lajnah Awfu Taif untuk memastikan dana diyat buat Ety
               yang ditransfer Pemerintah via KBRI Riyadh telah masuk ke penanggung jawab
               rekening di sana, yaitu kantor gubernur Riyadh," tutur Emil, sapaan akrab Ridwan
               Kamil, Jumat (12/7/19) malam.

               Keluarga al - Ghamdi mengajukan uang tebusan atau dana diyat kepada hakim yang
               mengadili Ety. Awalnya, lanjut Emil, hakim memutuskan dana diyat sebesar 30 juta
               real. Namun setelah melalui proses panjang, diyat turun menjadi 5 juta real. "Dan
               setelah dinegosiasikan lagi disepakati diyat 4 juta real," sebut Emil.

               Emil menceritakan, sejak kesepakatan itu, KJRI berupaya menggalang dana untuk

               membayar diyat 4 juta real atau sekitar Rp15,2 miliar. Pemerintah berpacu dengan
               waktu, karena jika dana diyat tersebut tidak terpenuhi maka Ety akan dihukum mati
               dengan cara dipancung.







                                                      Page 136 of 180.
   132   133   134   135   136   137   138   139   140   141   142