Page 158 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 JANUARI 2020
P. 158
Title REKRUT CALON TKI ILEGAL LEWAT MEDSOS, WARGA MALAYSIA DITANGKAP POLISI
Media Name okezone.com
Pub. Date 24 Januari 2020
https://news.okezone.com/read/2020/01/24/340/2157983/rekrut-calon-tki- ilegal-lewat-
Page/URL
medsos-warga-malaysia-ditangkap-polisi
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepulauan Riau
(Kepri) berhasil mengamankan PR alias M, Warga Negara Malaysia, Rabu 22 Januari
2020. Wanita itu diamankan setelah kedapatan merekrut pekerja migran ilegal
untuk dikirim ke Malaysia.
PR melakukan perekrutan calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) melalui media sosial.
Kepada calon pekerja migran, tersangka menawarkan pekerjaan sebagai pembantu
rumah tangga di Malaysia dengan gaji yang cukup besar.
"Tersangka tidak memiliki izin untuk merekrut pekerja Indonesia," kata Kepala
Bidang Humas Polda Kepri, Kombes Harry Goldenhart di Mapolda Kepri, Jumat
(24/1/2020).
Dua orang korban berhasil diselamatkan, yakni N diamankan dari daerah Nagoya,
Batam dan P dari daerah Nongsa. Polisi turut mengamankan paspor tersangka dan
korban, 3 lembar tiket Kapal Ferry tujuan dengan rute Batam-Stulang Laut, Johor,
Malaysia, boarding pass, serta seunit handphone milik tersangka.
"Tersangka kita jerat dengan Pasal 81 dan 83 UU Nomor 18 Tahun 2017 tentang
Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dengan ancaman penjara maksimal 10
tahun atau denda maksimal Rp15 miliar," kata Harry.
Di kesempatan yang sama, Direktur Reskrimum Polda Kepri, Kombes Arie Darmanto
menjelaskan, tindak pidana perdagangan orang dan migran selalu berkaitan dengan
eksploitasi. Penangkapan tersangka WNA merupakan awal yang baik dalam
memberangus tindak pidana pekerja migran ilegal.
"Pengawasan kita sudah sangat ketat bagi para pelaku perekrutan migran ilegal
dalam negeri sehingga mereka berpikir untuk melakukan sistem jemput bola. Kasus
seperti ini sudah lama tapi tidak akan selesai, sehingga penyidik mencari tahu
hingga akhirnya berhasil mengamankan pelaku," kata Arie.
Page 157 of 163.

