Page 180 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 FEBRUARI 2020
P. 180

Ia pun menegaskan Omnibus Law Cipta Kerja masih berupa rancangan atau draf.
               Ia mengatakan, pasal-pasal yang dianggap tidak aspiratif dan merugikan masih bisa
               diubah.


                Ia pun mempersilahkan bagi yang pandangan lain terhadap pasal-pasal tersebut
               untuk memberikan masukan. "Ini kan masih rancanangan jadi masih sangat besar
               untuk bisa berubah. Jadi jika ada pasal-asal yang tidak aspiratif, ruang itu sangat
               terbuka. Setelah diserahkan ke DPR RI jadi milik umum, silahkan berikan masukan,"
               kata dia.

                "Kami sudah bertemu dengan pimpinan DPR dan mereka sepakat membuka ruang
               publik yang seluas luasnya. Draft yang sudah diinventarisi oleh tim ini akan kami
               sampaikan ke DPR. Ini akan jadi masukan bagi teman-teman di DPR untuk
               membahas lebih lanjut," ujar Ida.

                Sejumlah pasal di dalam draft RUU Omnibus Law Cipta Kerja mendapat kritikan
               tajam, terutama klaster terkait ketenagakerjaan. Berbagai pihak, khususnya serikat
               buruh, menilai pasal-pasal kontroversial itu dapat mendegradasikan para pekerja.

                Karena itu, serikat buruh meminta agar RUU Omnibus Law Cipta Kerja tidak
               dipaksakan untuk diundangkan. Sebelummya, Konfederasi Serikat Buruh Seluruh
               Indonesia (KSBSI) siap melakukan aksi besar-besaran dan puncaknya pada tanggal
               11 Maret 2020.


                Aksi tersebut dilakukan sebagai penolakan atas draft RUU Omnibus Law Cipta
               Kerja. Bahkan jika pemerintah tetap mengundangkan RUU tersebut, mereka para
               buruh siap bentrok.


                "Kalau tetap disahkan tanpa ada melibatkan kami buruh, berarti pemerintah
               mendukung keos. Harusnya kalau kita semua turun ke jalan mbokyo pemerintah
               mendengar gak usah ngotot," jelas Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban, saat jumpa
               pers di Kantor KSBSI, Jakarta Timur, Rabu (19/2).































                                                      Page 179 of 223.
   175   176   177   178   179   180   181   182   183   184   185