Page 40 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 FEBRUARI 2020
P. 40

Title          KSPI: JIKA RUU CIPTA KERJA DISAHKAN, BANYAK HAK CUTI DIHILANGKAN
               Media Name     sindonews.com
               Pub. Date      23 Februari 2020
                              https://ekbis.sindonews.com/read/1535410/34/kspi-jika-ruu-cipta-kerja- disahkan-
               Page/URL
                              banyak-hak-cuti-dihilangkan-1582459433
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative












               Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) tegas menolak Rancangan Undang-
               Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja. Selain banyak merugikan kaum buruh,
               RUU Cipta Kerja jika disahkan juga berpotensi menghilangkan banyak hak cuti yang
               diperoleh para pekerja saat ini.

               KSPI mengklaim, hak cuti yang berpotensi hilang misalnya cuti haid, menikah,
               beribadah, dan lain sebagainya. "Termasuk hilangnya cuti panjang selama 2 bulan
               setiap 6 tahun masa kerja," kata Presiden KSPI Said Iqbal di Jakarta, Minggu
               (23/2/2020).

               Dia menjelaskan, berdasarkan pada pasal 93 UU No 13 Tahun 2003, upah pekerja
               tetap dibayar ketika: a. pekerja/buruh sakit sehingga tidak dapat melakukan
               pekerjaan; b. pekerja/buruh perempuan yang sakit pada hari pertama dan kedua
               masa haidnya sehingga tidak dapat melakukan pekerjaan; c. pekerja/buruh tidak
               masuk bekerja karena pekerja/buruh menikah (dibayar untuk selama 3 hari),
               menikahkan anaknya (dibayar untuk selama 2 hari) mengkhitankan anaknya
               (dibayar untuk selama 2 hari), membaptiskan anaknya (dibayar untuk selama 2
               hari), isteri melahirkan atau keguguran kandungan (dibayarkan untuk selama 2
               hari), suami atau isteri atauanak atau menantu atau orang tua atau mertua (dibayar
               untuk selama 2 hari), atau anggota keluarga dalam satu rumah meninggal dunia
               (dibayar untuk selama 1 hari); d. pekerja/buruh tidak dapat melakukan
               pekerjaannya karena sedang menjalankan kewajiban terhadap negara; e.
               pekerja/buruh tidak dapat melakukan pekerjaannya karena menjalankan ibadah
               yang diperintahkan agamanya; f. pekerja/buruh bersedia melakukan pekerjaan yang
               telah dijanjikan tetapi pengusaha tidak mempekerjakannya, baik karena kesalahan
               sendiri maupun halangan yang seharusnya dapat dihindari pengusaha; g.
               pekerja/buruh melaksanakan hak istirahat; h. pekerja/buruh melaksanakan tugas
               serikat pekerja/serikat buruh atas persetujuan pengusaha; dan i. pekerja/buruh
               melaksanakan tugas pendidikan dari perusahaan.

               Sementara, kata Said Iqbal, di dalam RUU Cipta Kerja, pengusaha hanya diwajibkan
               membayar upah pekerja yang tidak masuk bekerja dengan alasan sebagai berikut:
               a. pekerja/buruh tidak masuk kerja dan/atau tidak melakukan pekerjaan karena
               berhalangan; b. pekerja/buruh tidak masuk kerja dan/atau tidak melakukan




                                                       Page 39 of 223.
   35   36   37   38   39   40   41   42   43   44   45