Page 100 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 MARET 2020
P. 100
"Sementara perusahaan yang mempekerjakan akan disidik dengan ancaman pidana
sesuai bunyi di UU 13 Pasal 42 dan 43," kata Dita.
Sementara untuk tindakan deportasi, Kemnaker RI menyerahkan sepenuhnya
kepada pihak Ditjen Imigrasi. Terkait pemulangan ini, akan dilakukan koordinasi
lanjutan dengan Imigrasi.
Menurutnya, pemeriksaan di PT Virtue Dragon Nickel Industri (VDNI) telah dilakukan
dan ditemukan fakta-fakta yang dia sebut tadi. "49 warga negara Tiongkok yang
ada di situ tidak memiliki izin kerja dari Kemnaker. Mereka hanya mengantongi visa
kunjungan," katanya.
Sementara itu Direktur Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA)
Kemnaker, Yanto mengatakan, sejak 5 Februari 2020, pihaknya sudah tidak
memproses pengajuan permohonan rencana penggunaan tenaga kerja asing atau
notifikasi baru untuk tenaga kerja asing yang baru berasal dari Tiongkok. Menurut
Yanto, sampai 4 Maret 2020 adalah 106.845 TKA di Indonesia.
Sementara Menko Kemaritiman dan Invetasi Luhut Binsar Pandjaitan, 49 TKA
tersebut secara legal memiliki visa 211-A yang keluar pada tanggal 4 Januari 2020.
Tepatnya sebelum Indonesia memberikan larangan perjalanan ke Tiongkok.
"Ya tadi baru rapat mengenai ini jangan besar besarkan dulu kita luruskan secara
proporsional, jadi 49 TKA itu dapat visa 211-A pada tanggal 4 Januari. Jauh sebelum
ada larangan Tiongkok datang ke Indonesia, jadi tidak ada yang dilanggar," kata
Luhut saat melakukan video conference dengan wartawan, Rabu (18/3/2020).
Luhut menegaskan, tidak ada prosedur ilegal yang dilakukan 49 orang tersebut.
Mereka pun menurut Luhut sudah mengajukan visa secara legal Kedutaan Besar
Indonesia di Beijing. "Saya tegaskan, tidak ada prosedur ilegal. Mereka ajukan visa
legal ke kedutaan kita di Beijing. Ini cuma masalah teknis visa 211-A dan 211-B,"
kata dia.
Kemudian dia mengatakan, 49 orang ini sekarang sedang dikarantina di Kendari,
Sultra. "Sekarang mereka masih dikarantina di Kendari, biar aja dikarantina dua
minggu nanti kita lihat lagi apa yang kita lakukan," sebut Luhut.
Luhut berpesan agar masyarakat jangan meributkan hal yang tidak perlu. Dia
menegaskan, pemerintah tidak akan membiarkan masalah dan penyakit masuk ke
dalam negeri. "Saya mohon jangan kita meributkan hal tidak perlu. Pemerintah tidak
akan import masalah dan penyakit dari tempat lain," kata Luhut.
Mulanya, 49 orang Tiongkok ini membuat heboh saat tiba di Bandara Haluoleo,
Kendari, Sultra. Saat itu, Brigjen Merdisyam, Minggu (15/3/2020) membenarkan
kedatangan WNA tersebut. Merdisyam menyebut mereka merupakan tenaga kerja
asing dari perusahaan tambang.
Page 99 of 101.

