Page 101 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 MARET 2020
P. 101

Merdisyam mengatakan, puluhan TKA itu bukan dari Tiongkok, melainkan dari
               Jakarta. Mereka dari Jakarta dalam rangka memperpanjang visa. Ternyata, apa
               yang disampaikan Kapolda Sultra berbeda dari pihak Imigrasi.


               Seperti diketahui, para TKA ini bisa masuk Indonesia hanya dengan menggunakan
               visa kunjungan B211 yang berlaku 60 hari. Visa kunjungan ini diterbitkan pada 14
               Januari 2020 di KBRI Beijing untuk kegiatan calon TKA dalam rangka uji coba
               kemampuan bekerja.

               Semula TKA Tiongkok ini disebut tidak langsung tiba dari Tiongkok, Kepolisian
               memastikan hal ini karena memperoleh informasi dari Bandara Haluoleo dan
               Danlanud Haluoleo. Tapi ternyata TKA itu memang baru datang dari Tiongkok,
               sempat singgah dan dikarantina di Thailand lalu masuk Indonesia melalui Bandara-
               Soekarno Hatta.

               Sebanyak 49 TKA Tiongkok ini berasal dari Provinsi Henan, Hebei, Jiangsu, Shaanxi,
               Jilin dan Anhui. Mereka datang ke Kendari dari Jakarta menggunakan maskapai
               Garuda Indonesia dengan kode penerbangan GA-696.

               Hapus Calo

               Informasi yang dikumpulkan Beritasatu.com, pengurusan TKA di Kemnaker masih
               diwarnai calo dan sebagian para calo adalah beberapa pensiunan pejabat Kemnaker.

               Ketika ditanya soal ada sejumlah pensiunan pejabat Kemnaker yang menjadi calo
               TKA di Kemnaker, Yanto tidak menjawab.


               Ketika ditanya, pihak Direktorat Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja Asing
               (TKA) Kemnaker, selalu memberi upeti kepada kepada sekitar 11 wartawan abal-
               abal dan pensiunan wartawan sejumlah media daerah dan media pemerintah, Yanto
               membenarkan. Hanya saja, kata dia, tidak diberi setiap bulan. "Saya memberi
               sebagai teman melalui koordinatornya, dan kalau pas ketemu saja," kata dia.

               Sementara informasi yang dikumpulkan Beritasatu.com, pihak Direktorat
               Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) Kemnaker selalu memberi
               kepada wartawan abal-abal ini sebesar Rp 500.000 per wartawan per bulan melalui
               koordinatornya.


               Hal ini dilakukan agar wartawan abal-abal ini tidak mengganggu kinerja pihak
               Direktorat Pengendalian Penggunaan TKA Kemnaker serta tidak mempersoalkan
               maraknya calo di sana.


               Menurut Gabriel, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah harus membersihkan
               kebiasaan lama yang buruk dari sejumlah pejabat di Kemnaker yakni memelihara
               calo dan wartawan abal-abal.









                                                      Page 100 of 101.
   96   97   98   99   100   101   102