Page 99 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 MARET 2020
P. 99

Title          BEDA PENDAPAT SOAL TKA DI SULTRA, KELIHATAN PEMERINTAH MINIM KOORDINASI
               Media Name     beritasatu.com
               Pub. Date      19 Maret 2020
                              https://www.beritasatu.com/ekonomi/610515/beda-pendapat-soal-tka-di-su ltra-
               Page/URL
                              kelihatan-pemerintah-minim-koordinasi
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive








               Berbeda pendapat antara pejabat dan instansi pemerintah soal 49 tenaga kerja
               asing (TKA) asal Tiongkok yang masuk ke Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara
               (Sultra) beberapa hari lalu, menunjukkan antara pejabat dan instansi pemerintah
               minim koordinasi.

               "Beda pendapat seperti ini membingungkan masyarakat, yang pada akhirnya
               pemerintah sulit dipercaya masyarakat," kata Direktur Eksekutif Pelayanan Advokasi
               untuk Keadilan dan Perdamaian (Padma) Indonesia, Gabriel Goa, kepada
               Beritasatu.com, Kamis (19/3/2020).

               Karena itu, Gabriel meminta, pertama, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendesak
               Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Hukum dan HAM, Menteri Luar Negeri, agar
               memberikan memberikan klarifikasi resmi kepada publik terkait keberadaan TKA asal
               Tiongkok di Sultra agar tidak menimbulkan kepanikan di tengah merebaknya wabah
               virus corona asal Wuhan, Tiongkok.

               Kedua, meminta Kapolri mendesak Kapolda Sultra untuk berkoordinasi dengan
               kementerian dan dinas terkait di Sultra agar tidak memberikan informasi dan data
               soal TKA asal Tiongkok yang bukan kewenangannya.

               Gabriel mengatakan, pejabat publik harus jujur  dan tidak berbohong dalam
               menyampaikan informasi dan data ke publik terkait keberadaan TKA Tiongkok di
               Sultra ini.

               Gabriel mengatakan seperti itu terkait pernyataan Staf Khusus Kementerian
               Ketenagakerjaan (Kemnaker), Dita Indah Sari, yang memastikan bahwa 49 TKA asal
               Tiongkok ilegal masuk Indonesia karena tidak memiliki izin kerja dari Direktorat
               Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja Asing Kemnaker RI.

               "Keberadaan warga negara asing di lokasi kerja, tanpa visa kerja, jelas menyalahi
               aturan. Karena itu, mereka semua diperintahkan meninggal lokasi perusahaan," kata
               Dita melalui akun twitter pribadinya, Rabu (18/3/3030).

               Tidak hanya diperintahkan untuk keluar dari areal kerja, mereka juga harus
               dikarantina dengan benar. Penindakan sesuai aturan hukum akan dilakukan
               terhadap Virtue Dragon Nickel Industri (VDNI) yang beroperasi di Kabupaten
               Konawe.





                                                       Page 98 of 101.
   94   95   96   97   98   99   100   101   102