Page 33 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 JUNI 2019
P. 33
Mengetahui tidak ada izin pengerjaan proyek itu, Bidang Pengendalian, Pelaksanaan
dan Informasi Penanaman Modal DPMPTSP Bintan dan Satpol PP Bintan mengecek
kembali tenaga kerja yang digunakan untuk proyek itu.
Akhirnya mereka mendapati proyek Pertokoan Anrawika itu mempekerjakan 13 TKA
asal China. Pekerja dari negeri Tirai Bambu itu bekerja sebagai pekerja kasar atau
tukang bangunan.
"TKA itu dipekerjakan di berbagai bidang. Mulai dari tukang mengelas, tukang cat
dan mendempul serta lainnya," jelasnya.
Dari hasil pemeriksaan, 13 TKA yang dipekerjakan hanya 2 izin tinggal yang dapat
ditunjukkan. Mereka adalah 2 TKA yang berada di dalam mobil bertuliskan
perusahaan Star Jet.
"Keseluruhan pekerja asal China tersebut tidak dapat berbahasa Indonesia. Karena
semuanya bermasalah, maka kami langsung menutup aktivitas pengerjaan proyek
tersebut," ucapnya.
Dari pengakuan salah satu pekerja lokal di lokasi kejadian. Diketahui bawah TKA
China itu sudah bekerja sebagai tukang bangunan sejak awal Ramadan lalu. Bahkan
jelang lebaran, TKA tersebut pernah diamankan oleh petugas Imigrasi namun
dibebaskan kembali.
"Kemarin sebelum lebaran 6 orang TKA pernah diamankan imigrasi selama 5 atau 6
hari. Tapi entah kenapa dilepas lagi," kata pekerja ini.
Page 32 of 57.

