Page 35 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 JUNI 2019
P. 35

Title          POLDA KEPRI UNGKAP DUGAAN PENGIRIMAN TKI ILEGAL
               Media Name     republika.co.id
               Pub. Date      18 Juni 2019
                              https://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/19/06/18/pt9z35414- polda-kepri-
               Page/URL
                              ungkap-dugaan-pengiriman-tki-ilegal
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive










               Kepolisian Daerah Kepulauan Riau mengungkap dugaan pengiriman tenaga kerja
               Indonesia (TKI) secara ilegal melalui Kota Batam ke Malaysia. Penyelundup disinyalir
               sengaja memanfaatkan keramaian arus balik libur Lebaran.

               "Kami melakukan penyelidikan setelah mendapatkan informasi dari masyarakat
               bahwa diduga ada calon pekerja migran Indonesia ilegal yang datang dari Nusa
               Tenggara Timur (NTT)," kata Kabid Humas Polda Kepi Kombes S Erlangga, di
               Batam, Selasa.

               Warga asal NTT itu, menurut Erlangga, tiba di Batam menggunakan transportasi
               laut dengan memanfaatkan keramaian arus balik mudik Lebaran. Namun, tujuan
               utama mereka datang ke Batam, diduga untuk meneruskan perjalanan menjadi TKI
               di Negeri Jiran.

               Setibanya di Batam, seluruh calon TNI itu ditampung seorang tersangka MS di
               rumah di Kecamatan Nongsa. Berdasarkan penyelidikan, tidak seorang pun calon
               pekerjaan migran itu yang memiliki dokumen persyaratan lengkap sebagai TKI
               resmi.

               "Pada Sabtu (15/6) sekitar pukul 21.00 WIB, anggota Subdit 4 Ditreskrimum Polda
               Kepri melakukan penyelidikan setelah mendapatkan informasi dari masyarakat,"
               kata dia lagi.

               Aparat kepolisian mengamankan seorang tersangka berinisial MS yang diduga
               menampung 21 orang pekerja migran ilegal. Korban terdiri dari 15 lelaki dan 6
               perempuan.

               Bersama tersangka, aparat kepolisian juga mengamankan satu unit kendaraan roda
               empat dan 2 unit telepon seluler. Tersangka diancaman hukuman paling lama 10
               tahun penjara.

               "Pasal yang dilanggar adalah pasal 80, pasal 81 dan pasal 83 Undang-Undang
               Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran
               Indonesia," kata dia.






                                                       Page 34 of 57.
   30   31   32   33   34   35   36   37   38   39   40