Page 44 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 JUNI 2019
P. 44
Adapun tiga gagasan yang dimaksud, kata Sugeng, pertama memastikan inklusivitas
dan efektivitas ILO.
Untuk itu, lanjut Sugeng, Indonesia berhrap anggota GNB harus terus mendesak
ILO untuk mempercepat upayanya mempromosikan penerimaan Instrumen
Amandemen 1986 terhadap Konstitusi ILO.
"Semua wilayah harus diwakili secara setara dalam Governing Body ILO," terangnya.
Selanjutnya, yang kedua GNB perlu melanjutkan upaya mereka dalam mendukung
ILO untuk memperkuat sistem pengawasan.
"Ini harus bekerja secara adil, transparan dan tidak memihak, termasuk dalam
pemilihan daftar kasus-kasus individual pada komite tentang Penerapan Standar,"
lanjutnya.
Ketiga, ILO perlu memberikan dukungan kepada negara-negara anggotanya dalam
upaya mengutamakan agenda yang berpusat pada manusia sesuai dengan strategi
pekerjaan masa depan.
"Kami percaya bahwa peningkatan kemitraan dengan ILO dan konstituen
tripartitnya merupakan cara untuk memenuhi tantangan pekerjaan layak yang
dihadapi oleh negara-negara anggota GNB," jelas Sugeng.
Selain itu, Sugeng menegaskan bahwa Indonesia juga akan fokus pada
permasalahan pekerja di wilayah Arab, khususnya Palestina.
"Karena masalah ini dekat dengan hati rakyat Indonesia, kami menegaskan kembali
komitmen kami untuk mendukung Negara Palestina dalam mencapai pertumbuhan
ekonomi, pekerjaan yang layak, dan keadilan sosial." pungkasnya.
Sugeng menjelaskan dengan tiga gagasan dalah untuk menghadapi tantangan dunia
kerja secara lebih adaptif dan responsif.
Tak hanya itu, imbuh Sugeng, dengan 3 gagasan tersebut akan memberikan
peluang sekaligus memastikan Indonesia akan berkontribusi pada perdamaian
abadi.
Page 43 of 57.

