Page 59 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 MEI 2020
P. 59
Title PROTOKOL "NORMAL BARU" ADA ANJURAN TIADAKAN SHIFT KERJA JAGA IMUNITAS
Media Name antaranews.com
Pub. Date 26 Mei 2020
https://www.antaranews.com/berita/1514725/protokol-normal-baru-ada-anj uran-
Page/URL
tiadakan-shift-kerja-jaga-imunitas
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Salah satu protokol kesehatan di era normal baru untuk tempat kerja agar bisa
kembali menjalankan bisnisnya mensyaratkan pekerja tidak boleh terlalu lelah agar
tidak menurunkan imunitas tubuh sebagai pencegahan penularan COVID-19,
termasuk anjuran meniadakan sistem kerja shift.
Ketentuan mengenai pengaturan waktu kerja yang tidak terlalu panjang atau lembur
tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor
HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian
COVID-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung
Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi yang dikutip di Jakarta, Selasa.
Keputusan Menkes tersebut bisa diakses di laman
http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-
media/20200523/5133951/pencegahan-covid-19-tempat-kerja-era-new-normal/
Dalam keputusan Menkes itu juga menganjurkan apabila memungkinkan tiadakan
shift tiga atau waktu kerja yang dimulai pada malam hingga pagi hari.
Namun apabila masih mengharuskan adanya shift tiga, maka perlu diatur agar yang
bekerja terutama berusia kurang dari 50 tahun untuk mengurangi risiko.
Peraturan tersebut mengatur agar manajemen perusahaan membuat kebijakan
dalam pencegahan penularan COVID-19. Ketentuan tersebut mengharuskan pihak
manajemen agar senantiasa memantau dan memperbaharui perkembangan
informasi tentang COVID-19 di wilayahnya.
Manajemen perusahaan juga diharuskan membentuk Tim Penanganan COVID-19 di
tempat kerja yang terdiri dari pimpinan, bagian kepegawaian, bagian Kesehatan dan
Keselamatan Kerja (K3) dan petugas kesehatan yang diperkuat dengan surat
keputusan dari pimpinan tempat kerja.
Pimpinan atau pemberi kerja juga memberikan kebijakan dan prosedur untuk
pekerja melaporkan setiap ada kasus dicurigai COVID-19 dengan melihat gejalanya
untuk dilakukan pemantauan oleh petugas kesehatan.
Pemerintah juga melarang keras perlakuan terhadap kasus positif sebagai suatu
stigma dan mengimbau untuk pengaturan bekerja dari rumah (work from home).
Page 58 of 101.

