Page 101 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 NOVEMBER 2019
P. 101

bawah SD dan SMP.

               "Maka bisa dibayangkan ini benar-benar tantangan sangat berat. Karena tenaga
               kerja yang kita miliki komposisinya lebih besar yang tingkat pendidikannya di bawah
               SD dan SMP," jelas Ida.

               Ida menjelaskan, saat ini terdapat 55,72 persen pekerja yang masih berkutat di
               sektor informal.

               "Data yang kita dapatkan dari survei di lapangan, sampai dengan September 2019,
               ada 23 ribu pekerja Indonesia yang terdampak otomatisasi selama revolusi industri
               4.0," paparnya.

               Maka dari itu, Ida menyarankan kepada 6 hingga 29 juta pekerja harus mulai
               mengikuti pelatihan lagi agar mendapatkan pekerjaan yang baru.

               "Kita perlu menambah kompetensi tenaga kerja dengan program triple skilling, yakni
               skilling, re-skilling, dan up-skilling," kata Ida.

               Kendati demikian, Ida berharap BBPLK dalam memberikan pelatihan vokasi dapat
               semakin terintegrasi dengan informasi dunia kerja, pelayanan penempatan tenaga
               kerja, serta sistem jaminan sosial ketenagakerjaan.

               "Kita juga harus mampu melihat tren pasar. Hal itu sangat diperlukan untuk
               menyesuaikan kemampuan tenaga kerja dengan kebutuhan pasar yang ada," jelas
               Ida.

               Saat ini, kata Ida, yang diperlukan adalah sebuah kebijakan ketenagakerjaan yang
               fleksibel dan kondusif sehingga masyarakat bisa mendapatkan pekerjaan yang
               layak.

               "Kita minta para kepala daerah bisa merespon tantangan ini dengan mengajak
               BBPLK berpikir visioner dan melakukan peningkatan SDM tenaga kerja kita,"
               ujarnya.


























                                                      Page 100 of 127.
   96   97   98   99   100   101   102   103   104   105   106