Page 105 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 NOVEMBER 2019
P. 105

Title          PEKERJA PABRIK ROKOK DAN PADAT KARYA JATIM DIBAYANGI PHK
               Media Name     republika.co.id
               Pub. Date      26 November 2019
                              https://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/19/11/26/q1kk58370- pekerja-
               Page/URL
                              pabrik-rokok-dan-padat-karya-jatim-dibayangi-phk
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive









               Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur Himawan Estu
               Bagijo mengungkapkan, ada lebih dari 15 ribu pekerja di Jatim yang terancam
               Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada 2020. Belasan ribu pekerja tersebut, kata
               Himawan, merupakan pekerja pabrik rokok, dan pekerja pada industri padat karya.
               Ancaman PHK tersebut berkaitan dengan kenaikkan Upah Mininun Kabupaten/Kota
               (UMK) dan rencana kenaikkan cukai rokok.

               "Dengan kenaikkan UMK dan juga kenaikkan cukai rokok, itu beberapa perusahaan
               rokok dan perusahaan padat karya itu sudah mulai mengeluh. Lebih dari 15 ribu
               karyawan (terancam PHK) dari banyak perusahaan. Lebih dari 10 perusahaan," ujar
               Himawan di Surabaya, Selasa (26/11).

               Himawan mengungkapkan, baik perusahaan maupun para pekerja telah
               menyampaikan keluhannya ke Pemprov Jatim, lewat Disnakertrans. Pemprov Jatim,
               diakuinya masih mencoba memediasi agar perusahaan-perusahaan tersebut tidak
               sampai melakukan PHK. Pihaknya juga menjalin komunikasi dengan para pekerja
               yang terancam PHK tersebut.

               "Kita ini selalu memberikan sosialisasi kepada perusahaan supaya tidak mem-PHK
               teman-teman pekerja di situ. Sosialisasi juga kepada pekerja-pekerja. Kita
               musyawarah mufakat yang terbaik bagaimana, berunding, mungkin upahanya tidak
               terlalu tinggi, tapi kesejahtaraan dan kelangsungan perusahaan dan pekerjaan tetap
               berjalan," ujar Himawan.

               Jika PHK harus tetap dilakukan, lanjut Himawan, pihaknya meminta perusahaan,
               agar sebelum PHK dilakukan, terlebih dahulu para pekerja itu diberi pelatihan.
               Himawan menyatakan, pihaknya lewat UPT Balai Pelatihan Kerja juga siap bekerja
               sama dengan perusahaan-perusahaan dalam memberikan pelatihan tersebut.
               Sehingga uang pesangoan yang diperoleh para pekerja, benar-benar bisa
               dimaksimalkan.

               "Supaya mereka bisa memanfaatkan uang hasil PHK. Jadi kan namanya uang
               dipakai langsung habis. Kalau diajarkan bagaimana memenej bagaimana memulai
               usaha. Sehingga uang hasil PHK itu bisa untuk kelangsungan hidup mereka," ujar
               Himawan.





                                                      Page 104 of 127.
   100   101   102   103   104   105   106   107   108   109   110