Page 125 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 NOVEMBER 2019
P. 125

Namun tidak tidak terlalu melebar dibandingkan dengan PP 78/2015.

               "Kalau pakai PP maka gap akan makin melebar tapi kalau pakai KHL akan tetap ada
               gap tapi akan makin mengecil," jelas Said Iqbal.

               Said menjelaskan, perhitungan kenaikan upah berdasarkan KHL juga bisa diimbangi
               dengan pembuatan zonasi industri. Di mana perhitungan KHL bagi industri labour
               intensive alias padat karya berbeda dengan industri capital intensive atau pada
               modal.

               "Dengan demikian perusahaan tetap punya daya saing dan buruh tetap terjamin
               upah, dan kesejahteraannya," jelas dia.

               Sementara itu, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia,
               menyatakan sepakat dengan formulasi kenaikan pada PP 78/2015. Untuk tahun
               2019, ditetapkan kenaikan sebesar 8,03 persen. Kenaikan tersebut juga
               ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah dalam menetapkan gaji.

               Hanya saja dengan penyesuaian upah yang sudah berlaku, besaran di masing-
               masing daerah tidak sama. Seperti daerah Karawang, Jawa Barat menjadi yang
               paling tinggi menjadi Rp4,2 juta per bulan dan Kota Banjar menjadi yang terkecil
               dengan Rp 1,6 juta per bulan.

               "Kalau itu kenaikannya selalu sama, kan makin lama makin tinggi, akibatnya shifting
               udah mulai terjadi ke daerah-daerah Jawa Tengah yang lebih murah," ujarnya.

               Nah, Rosan mengusulkan pemerintah bisa menahan kenaikan di wilayah yang
               upahnya sudah tinggi. "Jadi, mungkin yang sudah Rp 4 juta, mungkin kenaikannya
               5 persen, mungkin yang masih Rp 1,6 juta mungkin boleh naik 8,5 persent,"
               katanya.

               Direktur Riset dari Center for Reform on Economics (Core) Indonesia, Piter Abdullah
               menilai gap besaran upah antar daerah sudah terjadi. Apabila merevisi PP 75/2015
               juga tidak bisa langsung mengurangi terjadinya gap upah.

               "Jadi, diharapkan kedua pihak juga bisa saling memahami kondisi masing-masing
               agar tercapai kesepakatan yang optimal untuk perekonomian nasional," tukas Piter.




















                                                      Page 124 of 127.
   120   121   122   123   124   125   126   127   128